Cek Dulu Sebelum Dibuang, Begini Cara Menilai Telur Masih Layak Dimakan

Telur yang sudah lama tersimpan di kulkas sering membuat orang ragu saat hendak memasaknya. Keraguan itu sebenarnya bisa dijawab dengan beberapa pemeriksaan sederhana tanpa harus langsung membuangnya.

Yang penting, tanggal pada karton bukan satu-satunya patokan. Jika penyimpanannya benar di kulkas, telur masih dapat bertahan hingga tiga minggu setelah tanggal yang tercetak di kemasan.

Perhatikan dulu kondisi dari luar

Langkah awal yang mudah adalah melihat cangkangnya. Telur yang masih baik umumnya punya permukaan kering, halus, dan tidak retak.

Kalau cangkang terlihat berlendir atau ada serbuk putih seperti bedak, kondisi itu patut dicurigai. Retakan juga perlu diwaspadai karena menjadi jalan paling mudah bagi bakteri untuk masuk.

Untuk telur yang retak saat dibawa pulang tetapi masih tampak segar, penanganannya harus cepat. Telur sebaiknya langsung dipecahkan ke wadah tertutup, lalu disimpan di kulkas dan dihabiskan dalam waktu maksimal dua hari.

Gunakan air dingin sebagai tes cepat

Ada cara sederhana lain yang cukup sering dipakai, yaitu uji apung. Telur dimasukkan perlahan ke mangkuk atau gelas berisi air dingin, lalu diamati posisinya.

Jika telur tenggelam dan tetap rata di dasar, artinya telur masih sangat segar. Jika tenggelam tetapi berdiri tegak, telur masih aman dimakan meski sebaiknya segera digunakan.

Sebaliknya, telur yang mengapung ke permukaan biasanya sudah tua. Kondisi itu terjadi karena udara semakin banyak masuk lewat pori-pori cangkang sehingga telur menjadi lebih ringan.

Bau bisa memberi petunjuk penting

Pemeriksaan berikutnya adalah mencium aroma telur sebelum dipakai. Telur segar tidak seharusnya mengeluarkan bau apa pun, sedangkan telur rusak biasanya berbau busuk yang tajam.

Pengecekan bisa dilakukan dari cangkang lebih dulu. Jika masih ragu, telur bisa dipecahkan ke mangkuk bersih untuk mencium aromanya langsung.

Bau asam atau apek menjadi tanda kuat bahwa telur sebaiknya dibuang. Namun, bau saja tidak selalu cukup karena bakteri Salmonella bisa saja tidak menimbulkan aroma sama sekali.

Lihat isi telur setelah dipecahkan

Kalau tanda-tanda luar belum meyakinkan, bagian dalam telur bisa membantu memberi gambaran. Pecahkan telur ke mangkuk putih bersih agar warna putih dan kuningnya terlihat jelas.

Telur yang masih segar biasanya punya kuning telur cerah dan putih telur yang sedikit menggumpal. Sementara itu, telur yang lebih tua cenderung memiliki kuning yang lebih datar dan putih yang lebih encer serta menyebar lebih lebar.

Perubahan warna seperti merah muda, kehijauan, atau tampak berkilau perlu diwaspadai. Kondisi seperti itu dapat menjadi tanda pertumbuhan bakteri.

Tanggal kemasan tetap berguna sebagai petunjuk awal

Meski bukan batas mutlak, tanggal pada kemasan tetap layak dilihat terlebih dahulu. Kode tiga digit pada karton juga bisa membantu, karena angka itu menunjukkan hari pengemasan telur dalam urutan hari sepanjang tahun.

Petunjuk ini berguna untuk menilai apakah telur masih tergolong baru. Penyimpanan dingin di kulkas ikut berperan besar karena suhu rendah membantu memperlambat pertumbuhan bakteri jahat dan menjaga mutu telur lebih lama dibandingkan jika dibiarkan di suhu ruang.

Gabungan dari pengecekan tanggal, uji apung, kondisi cangkang, uji bau, dan tampilan bagian dalam memberi gambaran yang lebih jelas. Dengan cara ini, telur yang masih aman bisa tetap dimanfaatkan tanpa terburu-buru dibuang.

Source: www.beautynesia.id

Baca Juga

Back to top button