CassaGotchi Hadirkan Nuansa Tamagotchi Lama, Rakitan Mini Ini Bisa Kamu Cetak Sendiri

Bagi penggemar perangkat retro dan proyek rakitan, CassaGotchi menawarkan cara yang lebih menarik untuk menghidupkan kembali nuansa Tamagotchi era 90-an. Perangkat mungil ini tidak hanya mengambil bentuk yang familiar, tetapi juga menjalankan emulator sehingga fungsi bermainnya tetap terasa seperti mainan digital klasik.

Yang membuat proyek ini menonjol adalah pendekatannya yang menggabungkan nostalgia dengan eksperimen teknis. CassaGotchi dirancang agar bisa dirakit sendiri, lalu dibungkus dalam casing hasil cetak 3D yang meniru kesan perangkat lama.

Di balik tampilan kecilnya, CassaGotchi memakai Arduino Nano sebagai inti perangkat. Papan ini dipasang ke dalam chassis dan shell cetak 3D, sehingga bentuk akhirnya tetap ringkas dan mudah dibawa.

Desain bodinya memang sengaja dibuat untuk mengingatkan pengguna pada Tamagotchi yang dulu populer. Chaos Theory, pembuat proyek ini, menargetkan pengalaman yang sedekat mungkin dengan perangkat digital era 90-an.

Pendekatan yang dipakai juga berbeda dari sekadar membuat game peliharaan digital baru. CassaGotchi menjalankan emulator Tamagotchi, sehingga pengalaman yang muncul bukan hanya terinspirasi dari konsep aslinya, melainkan benar-benar mengacu pada perangkat klasik tersebut.

Perangkat lunaknya menggunakan ArduinoGotchi yang sudah diadaptasi untuk Nano. Firmware berbasis lisensi GPL itu disebut berasal dari karya Gary Kwok, lalu dimodifikasi agar cocok untuk perangkat genggam yang lebih kecil.

Kecil, portabel, dan tetap terasa retro

Pilihan Arduino Nano menjadi fondasi yang penting karena ukurannya pas untuk perangkat portabel. Dengan basis seperti ini, CassaGotchi masuk ke kategori hardware mini yang mudah dibawa ke mana-mana.

Shell cetak 3D juga ikut memperkuat karakter nostalgianya. Hasil akhirnya membuat perangkat terlihat imut, ringkas, dan tetap selaras dengan citra mainan digital sederhana.

Hackster.io sempat menyorot proyek ini karena pendekatannya yang tidak berhenti pada tampilan luar. Alih-alih hanya meniru bentuk klasik, CassaGotchi berusaha menghadirkan fungsi yang bisa dimainkan seperti perangkat lama.

Bukan rakitan instan

Meski terlihat sederhana, proyek ini tidak dirancang sebagai perakitan cepat. Chaos Theory bahkan menyebut file 3D yang dipakai masih sangat mungkin untuk ditingkatkan lagi.

Karena itu, CassaGotchi lebih cocok untuk pengguna yang sudah memahami dasar coding Arduino, rangkaian elektronik, dan pemodelan 3D. Pengguna juga perlu siap menyesuaikan kode maupun file 3D agar hasil akhirnya sesuai kebutuhan.

Sisi eksperimen justru menjadi daya tarik utamanya. Perakit bisa menyempurnakan desain, memperbaiki bodi, atau menyesuaikan komponen selama proses perakitan berlangsung.

Komponen yang dibutuhkan

Perangkat ini membutuhkan beberapa komponen utama yang masih tergolong masuk akal bagi penggemar maker. Di antaranya ada Arduino Nano, baterai lithium-polymer 3.7V, dan layar OLED 168×64.

Selain itu, perakitan juga memerlukan sekrup, obeng kecil, multimeter, dan lem panas. Printer 3D menjadi syarat penting karena seluruh cangkang perangkat bergantung pada hasil cetaknya.

KomponenKeterangan
Arduino NanoPapan utama
Baterai LiPo 3.7VSumber daya portabel
Layar OLED 168×64Tampilan utama
SekrupPerakitan bodi
Obeng kecilPemasangan komponen
MultimeterPengujian kelistrikan
Lem panasPenyatuan bagian tertentu
Printer 3DPembuatan chassis dan shell

Dengan kombinasi itu, CassaGotchi berada di titik tengah antara elektronik pemula dan rakitan lanjutan. Proyek ini tetap menuntut ketelitian saat menyusun bodi, menyambungkan komponen, dan menguji fungsi perangkat.

Pada akhirnya, CassaGotchi menunjukkan bahwa nostalgia bisa dihadirkan lewat perangkat yang benar-benar bisa dipakai, bukan sekadar dipajang. Lewat Arduino Nano, layar OLED, baterai mini, dan casing cetak 3D, pengalaman merawat hewan digital klasik dibuat terasa hidup kembali.

Source: www.xda-developers.com

Baca Juga

Back to top button