Menghemat solar kini bukan lagi sekadar soal memilih SPBU atau jenis diesel yang dipakai. Pada Mitsubishi Pajero Sport, kebiasaan di balik kemudi ikut menentukan seberapa cepat biaya harian membengkak, apalagi saat harga full tank bisa menyentuh Rp 2.100.520 jika diisi dari kondisi kosong dengan Shell V-Power Diesel atau Vivo Primus.
Tekanan biaya itu terasa semakin nyata karena harga diesel nonsubsidi saat ini berada di level tinggi. Dexlite disebut berada di Rp 26.000 per liter, sedangkan produk diesel di Shell dan Vivo mencapai Rp 30.890 per liter.
Cara mengemudi ikut menentukan konsumsi
Pajero Sport punya mesin diesel yang responsif, sehingga sentuhan kecil pada pedal gas sudah cukup untuk menghasilkan torsi besar. Karena itu, menginjak gas terlalu agresif justru membuat suplai bahan bakar lebih boros tanpa memberi manfaat yang sebanding.
Efisiensi juga sangat dipengaruhi oleh cara pengemudi menjaga putaran mesin. Pajero Sport memakai transmisi 8 percepatan yang dirancang agar mesin bisa bekerja di RPM rendah saat mobil melaju stabil.
Kickdown pun sebaiknya tidak terlalu sering dilakukan jika tidak benar-benar dibutuhkan. Saat transmisi dipaksa turun gigi, putaran mesin naik dan konsumsi solar ikut bertambah.
Momentum, ban, dan perawatan tak kalah penting
Selain pedal gas dan transmisi, menjaga momentum kendaraan juga berperan besar. Saat mobil sudah melaju stabil, ritme ini sebaiknya dipertahankan agar tidak terus kehilangan kecepatan lalu harus berakselerasi lagi.
Terlalu sering menginjak rem membuat kendaraan kehilangan momentum. Setelah itu mesin harus bekerja lebih keras untuk mengembalikan kecepatan, dan kondisi tersebut ikut mendorong konsumsi BBM menjadi lebih tinggi.
Tekanan angin ban juga tidak boleh diabaikan. Ban yang kurang angin meningkatkan rolling resistance, sehingga mesin harus bekerja lebih berat untuk menggerakkan mobil.
Kondisi mesin yang terawat membantu efisiensi tetap terjaga. Filter udara yang kotor, filter solar yang tersumbat, atau oli yang kualitasnya menurun dapat membuat mesin bekerja lebih berat dari semestinya.
Jika komponen tidak prima, pembakaran dan kerja mesin tidak berlangsung optimal. Dampaknya bukan hanya pada performa, tetapi juga pada konsumsi bahan bakar yang berpotensi lebih boros.
Teknologi efisien tetap butuh kebiasaan yang tepat
Mitsubishi Indonesia menyebut Pajero Sport punya catatan konsumsi BBM yang efisien di kelasnya. SUV ini mengandalkan mesin 4N15 2.4L MIVEC turbocharger yang secara desain disetel untuk mendukung efisiensi.
Namun, teknologi mesin dan transmisi tetap membutuhkan dukungan gaya berkendara yang tepat agar hasilnya maksimal. Di tengah harga solar nonsubsidi yang tinggi, selisih per liter langsung terasa saat pengisian penuh.
Itu sebabnya, mengemudi halus, menjaga RPM tetap rendah saat cruising, meminimalkan pengereman yang tidak perlu, serta memastikan ban dan kondisi mesin tetap prima menjadi langkah paling realistis untuk menahan lonjakan biaya. Bagi pemilik SUV diesel besar seperti Pajero Sport, cara berkendara kini sama pentingnya dengan jenis BBM yang dipilih.
Source: oto.detik.com