Peta persaingan chip mobil pintar di China kini makin ramai, dan BYD memilih masuk dengan cara yang sangat agresif. Perusahaan itu memperkenalkan Xuanji A3, chip smart driving berbasis 4nm yang disebut sebagai yang pertama di China, sekaligus menandai upaya BYD mengendalikan teknologi kendaraan pintar dari desain sampai pemakaian di mobil.
Langkah ini penting bukan hanya karena ukuran proses chipnya, tetapi juga karena perannya di sistem berkendara pintar. BYD menyebut Xuanji A3 sudah mendukung fungsi berkendara otonom L3 dan L4, serta telah masuk produksi massal sehingga tidak lagi berhenti di tahap pengembangan.
Kendali yang lebih rapat atas sistem mobil pintar
Melalui Xuanji A3, BYD mengklaim bisa memegang kendali penuh atas assisted driving. Integrasi antara desain chip, algoritma internal, dan sistem kendaraan dikatakan menjadi lebih erat sehingga hubungan perangkat keras dan perangkat lunak bisa dibangun lebih rapat.
Perusahaan juga mengungkap bahwa tiga chip Xuanji A3 mampu menghasilkan total daya komputasi lebih dari 2.100 TOPS. Di sisi lain, BYD mengatakan efisiensi pemanfaatan daya komputasi chip itu meningkat 100 persen berkat optimasi mendalam dengan algoritma milik sendiri.
Strategi semikonduktor yang sudah lama dibangun
Dorongan BYD ke ranah chip bukan langkah yang muncul tiba-tiba. Wang Chuanfu menyebut BYD telah membentuk departemen desain sirkuit terpadu sejak 2002, yang kemudian menjadi fondasi bisnis semikonduktor perusahaan.
Sampai saat ini, BYD mengklaim sudah meluncurkan lebih dari 2.000 produk chip untuk kendaraan pintar dan elektronik konsumen. Perusahaan juga mengoperasikan lima pabrik wafer dan menyebut diri sebagai satu-satunya produsen mobil di dunia yang memiliki kemampuan manufaktur chip proses penuh.
Kemampuan itu mencakup tujuh tahap inti, mulai dari definisi produk dan desain arsitektur hingga manufaktur wafer dan pengujian. BYD juga mengatakan telah menggelontorkan lebih dari 100 miliar yuan untuk riset dan pengembangan di bidang semikonduktor.
Persaingan yang makin ketat di kalangan pabrikan mobil listrik
Peluncuran Xuanji A3 ikut menunjukkan bahwa persaingan teknologi di antara produsen mobil listrik China kini bergeser makin dalam ke level chip. Di era AI, chip buatan sendiri dipandang sebagai salah satu cara penting untuk membangun keunggulan teknologi dan memperkuat posisi di pasar kendaraan pintar.
Nio lebih dulu dikenal lewat chip Shenji NX9031 5nm, yang sudah dipakai luas pada model merek utama dan sub-merek Onvo. Xpeng juga bergerak ke chip AI Turing buatan sendiri untuk sistem smart cockpit dan autonomous driving di seluruh modelnya.
Li Auto ikut masuk jalur serupa lewat chip Mach M100 buatan sendiri. Chip 5nm itu baru diperkenalkan dan menjalani debut pada SUV flagship baru, Li L9 Livis.
Di tengah persaingan tersebut, Xuanji A3 menunjukkan bahwa BYD tidak hanya mengejar tenaga komputasi yang lebih besar. Perusahaan juga sedang memperkuat kendali industri dari desain chip hingga penggunaannya di mobil, sebuah langkah yang berpotensi memengaruhi posisinya di pasar kendaraan listrik pintar yang semakin padat.
Source: cnevpost.com




