Bagi masyarakat Medan yang ingin melihat mobil listrik dari dekat tanpa suasana yang kaku, BYD membawa format acara yang berbeda lewat BYD Tech Culture Fest. Festival ini tidak hanya menampilkan kendaraan, tetapi juga mengajak pengunjung merasakan langsung teknologi kendaraan listrik bersama keluarga.
Ajang tersebut digelar di area parkir Lotte Grosir Medan, Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Medan Sunggal, pada 3-7 Juni 2026. Kehadiran di Medan juga menjadi pemberhentian pertama BYD di Pulau Sumatera setelah sebelumnya berlangsung di Jakarta.
Teknologi dibuat lebih mudah didekati
Presiden Direktur BYD Indonesia, Eagle Zhao, menilai festival ini sebagai cara untuk memperkenalkan ekosistem teknologi BYD dengan pendekatan yang lebih akrab. Pengunjung tidak hanya melihat produk, tetapi juga diajak mencoba teknologi melalui berbagai aktivitas dan sesi test drive.
Menurut Eagle, setiap kendaraan BYD membawa inovasi yang dikembangkan untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari. Karena itu, festival diposisikan sebagai ruang agar masyarakat bisa memahami teknologi secara langsung, bukan hanya dari tampilan luar mobil.
Fokus pada efisiensi, performa, dan keamanan
Di festival ini, BYD memperkenalkan sejumlah teknologi utama yang menjadi fondasi kendaraannya di Indonesia. Di antaranya adalah efisiensi energi pada EV Platform 3.0, performa teknologi Dual Mode atau DM, serta aspek keamanan yang disebut berada pada salah satu standar keselamatan terbaik.
Strategi tersebut memperlihatkan bahwa BYD ingin menempatkan kendaraan listrik sebagai solusi mobilitas, bukan sekadar produk baru di pasar. Perusahaan melihat kebutuhan masyarakat saat ini semakin kompleks, mulai dari kemacetan, perjalanan harian yang makin panjang, hingga biaya bahan bakar yang terus meningkat.
Bukan pameran yang hanya menonjolkan mobil
Festival di Medan tidak dirancang sebagai ajang promosi produk semata. BYD menggunakan acara ini untuk menunjukkan bagaimana teknologi elektrifikasi bisa menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat dalam mobilitas harian.
Pendekatan itu ditopang dua pilar utama, yaitu kendaraan listrik murni dan teknologi DM yang menggabungkan efisiensi elektrifikasi dengan fleksibilitas jarak tempuh yang lebih panjang. Dengan begitu, pilihan mobilitas listrik diposisikan tetap relevan dengan kebutuhan sehari-hari.
Ramah untuk keluarga dan aktivitas sosial
Yang membedakan acara ini dari pameran otomotif biasa adalah suasananya yang dibuat ramah keluarga. BYD menghadirkan aktivitas keluarga, area bermain anak, dan ragam kuliner lokal agar pengunjung bisa datang bersama orang terdekat.
Konsep tersebut memperluas pengalaman pameran menjadi lebih inklusif. Teknologi kendaraan listrik pun tidak hanya dibahas dari sisi spesifikasi, tetapi juga dari sisi pengalaman penggunaan dalam kehidupan keluarga.
Bagian dari rangkaian nasional BYD
Eagle menjelaskan bahwa BYD Culture Fest merupakan bagian dari perjalanan nasional yang akan terus berlangsung di berbagai kota di Indonesia. Rangkaian itu disebut dimulai dari Jakarta, berlanjut ke Sumatera, lalu melintasi Jawa.
Tujuan dari rangkaian tersebut adalah agar semakin banyak masyarakat mengenal, mencoba, dan merasakan langsung masa depan mobilitas berkelanjutan. Perluasan pasar pun tidak hanya bergantung pada penjualan, tetapi juga pada pengalaman langsung yang membangun kepercayaan.
Sejak hadir di Indonesia pada 2024, BYD menyatakan ingin menjadi mitra dalam mendukung transformasi industri kendaraan energi baru di Tanah Air. Untuk menjawab kebutuhan pasar yang beragam, perusahaan telah menghadirkan tujuh model utama di Indonesia.
Jaringan layanan dan pengguna terus bertambah
Dukungan terhadap pertumbuhan itu datang dari ekspansi jaringan layanan. BYD menyebut saat ini memiliki lebih dari 100 showroom di Indonesia, termasuk 14 showroom di Sumatera.
Jumlah pengguna juga terus meningkat. Di Indonesia, pengguna mobil BYD disebut telah melampaui 90 ribu, sementara di Sumatera Utara jumlahnya sudah lebih dari 2.500 pengguna.
Bagi BYD, angka tersebut menjadi sinyal bahwa kepercayaan masyarakat terhadap produknya mulai menguat. Namun perusahaan juga menilai perjalanan menuju mobilitas berkelanjutan di Indonesia masih berada pada tahap awal, sehingga edukasi dan pengalaman langsung tetap menjadi bagian penting dari strategi mereka.
Source: otomotif.kompas.com




