Bulu Kucing Tak Habis-Habis Tertelan, Ini Langkah Praktis Untuk Menekan Hairball

Muntah bulu pada kucing sering baru disadari saat bulu rontok sudah menumpuk di saluran pencernaan. Padahal, kebiasaan grooming mandiri yang terlihat normal justru menjadi pintu masuk terbentuknya hairball jika bulu yang tertelan terus bertambah.

Kondisi ini lebih sering jadi perhatian pada kucing berbulu panjang karena jumlah bulu yang tertelan biasanya lebih banyak. Karena itu, langkah pencegahan rutin jauh lebih berguna daripada menunggu kucing berulang kali memuntahkan bulu.

Saat kucing menjilat tubuhnya untuk membersihkan diri, bulu mati ikut masuk ke lambung dan tidak semuanya bisa dicerna. Keratin di dalam bulu tidak dapat dipecah oleh enzim pencernaan, sehingga sebagian keluar lewat feses, sementara sisanya dapat tertahan di lambung dan membentuk hairball.

Gejala awalnya tidak selalu langsung terlihat sebagai muntahan bulat. Hairball kerap muncul sebagai muntahan lonjong yang lunak, dan sebelumnya kucing bisa tampak gelisah, batuk-batuk, atau mengalami kontraksi perut.

Langkah paling dasar: kurangi bulu rontok yang tertelan

Menyisir bulu secara teratur membantu mengangkat bulu mati sebelum sempat tertelan saat kucing grooming. Bulu yang tertahan di sisir bisa langsung dibuang, sehingga peluang penumpukan di pencernaan ikut menurun.

Frekuensi menyisir tidak selalu sama pada setiap kucing. Jenis kucing, tingkat aktivitas, dan banyaknya bulu yang rontok ikut menentukan kebutuhan perawatan ini.

Pilih pakan yang mendukung bulu dan pencernaan

Makanan yang diformulasikan untuk kesehatan bulu dan kulit dapat membantu mengurangi kerontokan sekaligus mendukung keluarnya bulu dari sistem pencernaan. Pakan khusus hairball umumnya memiliki serat lebih tinggi, sehingga dapat menurunkan frekuensi terbentuknya bola rambut.

Makanan basah juga sering disarankan karena kandungan airnya membantu pencernaan bekerja lebih lancar. Hidrasi yang baik membuat bulu yang tertelan lebih mudah bergerak melalui saluran pencernaan dan keluar bersama kotoran.

Suplemen bisa dipertimbangkan, tetapi perlu arahan dokter hewan

Suplemen khusus bulu dan kulit dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan atau menguatkan bulu. Namun, pemberiannya tidak boleh sembarangan karena kebutuhan setiap kucing berbeda.

Langkah yang aman adalah berkonsultasi lebih dulu dengan dokter hewan. Dengan begitu, suplemen yang dipilih bisa disesuaikan dengan kondisi kucing dan tidak menimbulkan masalah baru.

Perhatikan kebiasaan menjilat berlebihan dan rapikan bulu secara berkala

Kucing dapat terlalu sering menjilat bulunya saat stres atau bosan. Jika pola ini terjadi, pemilik perlu mencari pemicunya dan membantu menguranginya, termasuk meminta dokter hewan menilai kondisi yang mendasarinya.

Pemangkasan bulu secara rutin juga membantu menekan risiko hairball. Bulu yang lebih pendek mengurangi peluang bulu rontok tertelan saat grooming, sementara bulu lama yang rusak bisa tergantikan oleh pertumbuhan bulu baru yang lebih sehat.

Sebagian kucing juga makan rumput ketika merasa ada gumpalan bulu di perut. Rumput dapat merangsang kucing memuntahkan hairball agar tidak menyumbat saluran pencernaan, tetapi rumput yang diberikan harus aman dan bebas pestisida.

Waspada bila hairball muncul terlalu sering, bahkan lebih dari sekali sehari, atau disertai muntah berulang, sering tersedak, mual, sembelit, diare, penurunan berat badan, perubahan nafsu makan, atau kucing tampak lemas. Dalam kondisi normal, bulu yang tertelan bisa keluar lewat feses dalam waktu pencernaan sekitar 7—12 jam, tetapi jika jumlahnya banyak prosesnya dapat memakan waktu 24—48 jam.

Source: www.idntimes.com

Baca Juga

Back to top button