Api sering dianggap sebagai sesuatu yang otomatis membuat satwa menjauh. Namun, tidak semua hewan membaca tanda bahaya dengan cara yang sama, karena sebagian justru mendekat untuk mencari panas, makanan, atau kesempatan lain di sekitar sumber api.
Perilaku itu terlihat pada beberapa spesies yang memanfaatkan cahaya, asap, dan keberadaan manusia di sekitar api sebagai petunjuk. Dari hewan berbulu besar hingga reptil dan serangga, respons mereka menunjukkan bahwa api punya arti berbeda bagi tiap makhluk hidup.
Hewan yang melihat peluang di sekitar api
Beruang hitam termasuk contoh yang kerap disalahpahami. Hewan ini tidak selalu lari dari api unggun di dekat permukiman, karena ia lebih waspada pada manusia dan bisa mendatangi area api saat mengira ada makanan di sana.
Rakun menunjukkan pola yang mirip. Hewan cerdas ini terbiasa mengaitkan manusia dengan makanan, sehingga rumah, kantor, pinggiran kota, sampai kamp hutan bisa menjadi tujuan mereka.
Saat melihat api atau cahaya, rakun dapat mendekat karena menduga ada manusia di lokasi itu. Bagi rakun, peluang mendapatkan makanan menjadi alasan yang cukup kuat untuk bergerak lebih dekat.
Penasaran, waspada, lalu menguji jarak
Kucing juga tidak selalu bereaksi dengan cara yang seragam. Api besar cenderung dihindari, tetapi api kecil seperti lilin sering memancing rasa ingin tahu, sehingga kucing mengamati dari dekat atau mencoba menyentuhnya dengan cakar dan moncong.
Serigala punya cara yang berbeda lagi dalam membaca situasi. Mereka bisa mendekat perlahan sambil berjalan melingkar untuk menilai keadaan, dengan perilaku yang dipengaruhi arah angin dan tingkat kebisingan.
Dalam banyak kasus, serigala justru mendekati sumber kebakaran. Sikap ini memperlihatkan campuran rasa ingin tahu dan kewaspadaan yang tidak selalu berujung pada kabur seketika.
Panasi tubuh hingga tempat bertelur
Ular mendekati api karena alasan yang lebih sederhana, yaitu suhu. Sebagai hewan berdarah dingin, ular mencari titik hangat untuk membantu memanaskan tubuhnya, sehingga tidak aneh jika ada yang bertahan di dekat api unggun.
Meski begitu, ular tetap menghindar ketika api berubah menjadi kebakaran hutan yang menyebar cepat. Dalam kondisi seperti itu, mereka akan bersembunyi di bawah tanah sampai situasi aman.
Di antara hewan yang justru tertarik pada api, kumbang api menjadi salah satu yang paling unik. Serangga ini mendatangi kebakaran hutan untuk bertelur di pohon serta tanah yang terbakar.
Sebagian kumbang api bahkan menempuh jarak hampir 80 km untuk mencapai sumber api. Mereka juga mampu menyelinap di antara kobaran api, seolah mengikuti jalur yang paling aman untuk mendekat.
Serangga lain yang memilih asap
Bukan hanya kumbang api yang punya kebiasaan demikian. Lalat dari genus Microsania, yang dikenal sebagai smoke flies, justru menyukai asap dan terbang mendekati sumber api ketika hewan lain menjauh.
Lalat ini membentuk kawanan di atas sisa pembakaran. Mereka disebut mampu menavigasi api aktif dengan indera yang luar biasa, sehingga asap tidak menjadi penghalang bagi kedatangannya.
Kumpulan perilaku itu memperlihatkan satu hal sederhana tetapi penting. Api tidak selalu dibaca sebagai ancaman, karena bagi sebagian hewan, sumber panas, makanan, atau tempat bertelur justru lebih menarik daripada risiko yang terlihat jelas bagi manusia.
Sejak lama, manusia telah mengendalikan api selama lebih dari 400.000 tahun untuk memasak, berburu, membuat sesuatu, dan menakut-nakuti binatang buas. Namun di alam, beberapa spesies sudah beradaptasi sehingga api menjadi bagian dari lingkungan yang bisa mereka manfaatkan sesuai kebutuhan.
Source: www.idntimes.com




