Bukan Lama Pemakaian, Jumlah Charging Lebih Menentukan Umur Baterai Motor Listrik

Banyak pengguna motor listrik masih menilai kondisi baterai dari lamanya kendaraan dipakai. Padahal, yang lebih menentukan justru seberapa sering baterai itu melalui proses pengisian ulang.

Ukuran usia baterai tidak berhenti pada hitungan tahun. Awan Setiawan, Manager E-Motor Division PT Terang Dunia Nusantara (United Bike), menjelaskan bahwa baterai punya batas siklus pengisian yang menjadi acuan penting dalam melihat daya tahannya.

Istilah siklus di sini merujuk pada jumlah putaran charge yang sudah dijalani baterai selama masa pakai. Karena itu, dua motor listrik yang dipakai dalam periode serupa belum tentu memiliki kondisi baterai yang sama.

Pola penggunaan harian ikut memberi dampak besar pada cepat atau lambatnya baterai mendekati batas tersebut. Motor yang dipakai rutin cenderung lebih sering diisi ulang, sedangkan motor yang hanya sesekali digunakan akan menjalani siklus pengisian lebih sedikit.

Awan menyebut usia pakai baterai secara waktu umumnya berada di kisaran 3 sampai 5 tahun. Namun, angka itu hanya gambaran kasar karena ketahanan sebenarnya tetap bergantung pada jumlah cycle dan kebiasaan pengguna.

Mengapa jumlah charging lebih menentukan

Batas siklus pengisian menjadi kunci karena cycle tidak dihitung dari lama motor dipakai, melainkan dari berapa kali baterai masuk dan keluar dari proses isi ulang. Dengan begitu, umur kalender baterai tidak bisa berdiri sendiri sebagai ukuran kesehatan baterai.

Spesifikasi tiap baterai juga tidak sama, sehingga ketahanannya bisa berbeda meski model motor atau lama pemakaian terlihat mirip. Awan menegaskan bahwa banyak parameter ikut memengaruhi, dan pola pemakaian termasuk yang paling utama karena langsung berkaitan dengan frekuensi charging.

Perbedaan itu membuat usia baterai sulit dipukul rata untuk semua pengguna. Baterai yang dipakai harian intensif bisa lebih cepat mencapai batas idealnya dibanding baterai pada motor yang lebih jarang digunakan.

Contoh hitungan pada United T1800

Awan memberi contoh baterai pada United T1800 yang memiliki spesifikasi 900 cycle atau 900 siklus pengisian. Jika pengguna melakukan satu siklus pengisian setiap hari, maka secara hitungan sederhana baterai tersebut bisa bertahan sekitar 900 hari.

Dalam perhitungan kasar, jumlah itu setara kurang lebih tiga tahun pemakaian. Contoh ini menunjukkan mengapa usia baterai sering disebut dalam rentang, bukan angka pasti yang berlaku sama untuk semua kondisi.

Saat frekuensi charging meningkat, batas siklus akan tercapai lebih cepat. Sebaliknya, bila pemakaian lebih ringan dan pengisian tidak terlalu sering, usia baterai berpeluang lebih panjang.

Yang perlu diperhatikan pengguna motor listrik

Bagi pengguna, informasi soal cycle penting saat menilai kapan baterai mulai perlu diganti. Baterai yang sama-sama berumur tiga tahun belum tentu berada pada kondisi serupa jika jumlah charging masing-masing berbeda.

Hal ini juga relevan ketika menghitung biaya kepemilikan motor listrik dalam jangka menengah. Baterai merupakan komponen vital, sehingga cara pakai sehari-hari ikut menentukan seberapa lama komponen itu dapat bertahan.

Ada pula perhatian pada kondisi saat motor jarang dipakai. Dalam keterangan penggunaan baterai, pengisian sekitar 10 sampai 15 menit disebut berguna untuk menjaga sel tetap aktif jika motor tidak digunakan lebih dari empat hari.

Artinya, penyimpanan dan frekuensi penggunaan sama-sama berhubungan dengan kesehatan baterai. Pengguna tidak cukup hanya fokus pada pengisian penuh, tetapi juga perlu memperhatikan agar baterai tetap aktif saat motor jarang dipakai.

Pada akhirnya, angka 3 sampai 5 tahun hanya menjadi gambaran umum. Untuk membaca kondisi baterai dengan lebih tepat, pengguna perlu melihat spesifikasi baterai, kebiasaan charging, dan pola pemakaian motor listrik sehari-hari.

Baca Juga

Back to top button