Keamanan DeFi sering dianggap bermasalah saat smart contract berjalan, padahal banyak kerugian justru terjadi jauh lebih awal. Pengguna bisa terjebak saat membuka tautan palsu, memasang aplikasi tiruan, memberi izin token yang terlalu luas, atau memakai perangkat yang sudah terpapar malware.
Data yang dirangkum CertiK dalam laporan 2025 memperlihatkan pola itu dengan jelas. Phishing menyebabkan kerugian sekitar $722.9 juta dari 248 insiden, sedangkan serangan rantai pasok menimbulkan kerugian sekitar $1.45 miliar hanya dari dua insiden.
Ancaman yang muncul sebelum dana masuk protokol
Banyak pengguna masih menilai aman atau tidaknya DeFi dari tampilan antarmuka dan reputasi aplikasi. Cara pandang seperti itu bisa menyesatkan karena titik rawan paling sering muncul sebelum transaksi benar-benar masuk ke protokol.
Link berbahaya, front end palsu, ekstensi browser tiruan, dan unduhan wallet tidak resmi masih beredar melalui X, Telegram, Discord, iklan pencarian, atau pesan langsung. Karena itu, akses ke aplikasi DeFi sebaiknya selalu dimulai dari domain resmi yang diketik manual atau disimpan sebagai bookmark.
Wallet yang terlalu sering dipakai justru membuka risiko
Satu wallet untuk semua aktivitas bukan pilihan paling aman. Aset yang disimpan untuk jangka panjang lebih baik berada di wallet yang jarang terhubung ke aplikasi acak, sementara swap, staking, dan transaksi harian bisa memakai wallet terpisah.
Wallet lain juga berguna untuk aktivitas eksperimen, airdrop farming, atau akses ke chain baru. Jika saldo cukup besar, penyimpanan berbasis hardware lebih disarankan, sedangkan wallet yang sering terhubung ke aplikasi sebaiknya hanya berisi dana secukupnya.
Izin token yang dibiarkan aktif sering terlupakan
Setelah transaksi selesai, banyak pengguna tidak lagi memeriksa approval token yang sudah diberikan ke dApp. Padahal, izin itu bisa tetap aktif selama berbulan-bulan jika tidak dicek dan dicabut secara berkala.
Approval tanpa batas juga perlu dihindari bila tidak ada alasan yang jelas. Disconnect wallet dari dApp tidak otomatis menghapus izin token yang sudah diberikan, sehingga pemeriksaan allowance tetap menjadi langkah penting dalam rutinitas keamanan.
Nama token bisa menipu jika alamat kontrak tidak diperiksa
Token palsu masih efektif menjebak pengguna yang terburu-buru. Nama token mungkin terlihat benar, tetapi alamat kontraknya berbeda, dan perbedaan itu cukup untuk mengubah hasil transaksi.
Saat ingin swap, approve, atau menambahkan token ke tampilan wallet, alamat kontrak harus dicek dari sumber resmi. Label yang mirip tidak cukup aman, karena perbedaan kecil di antarmuka wallet bisa membuat aset yang dipilih menjadi salah.
Perangkat yang dipakai harian ikut menentukan keamanan
Keamanan wallet tidak bisa dipisahkan dari keamanan laptop atau ponsel yang dipakai setiap hari. Jika perangkat sudah terinfeksi, sesi browser, kredensial tersimpan, ekstensi wallet, dan alur penandatanganan transaksi bisa ikut terbuka.
Karena itu, perangkat bersih lebih disarankan untuk aktivitas crypto. Ekstensi yang tidak diperlukan sebaiknya dihapus, software perlu diperbarui, sesi lama ditutup, dan unduhan sembarangan harus dihindari.
Bridge termasuk jalur yang paling berisiko
Transfer lintas-chain membawa lebih banyak risiko dibanding swap sederhana di jaringan yang sudah familiar. Langkahnya lebih banyak, ketergantungannya lebih tinggi, dan ruang untuk salah alamat, salah jaringan, atau salah route juga lebih besar.
DeFiLlama’s hacks database mencatat sekitar $2.907 miliar kerugian dari bridge. Angka itu menunjukkan bahwa jalur lintas-chain termasuk titik lemah paling mahal di DeFi, sehingga transaksi uji dalam jumlah kecil perlu dilakukan sebelum memindahkan dana lewat jalur baru.
Audit membantu, tetapi bukan jaminan aman
Audit memang penting sebagai titik awal penilaian, tetapi hasil audit tidak otomatis membuat protokol sepenuhnya aman. Kontrol upgrade, kemampuan menghentikan protokol, cara tim mengumumkan insiden, dan keamanan operasional tetap perlu diperiksa.
Sebelum mempercayakan dana ke protokol baru, status audit, hak upgrade, kontrol admin, dan riwayat insiden sebaiknya dilihat bersama. Badge audit tidak seharusnya menggantikan disiplin dasar saat berhadapan dengan aplikasi yang belum teruji.
Tanda bahaya yang sebaiknya langsung dihentikan
Ada beberapa sinyal yang perlu membuat transaksi segera dihentikan. Contohnya, prompt wallet yang muncul terlalu cepat, permintaan approval luas tanpa alasan jelas, situs yang memaksa unduhan wallet sebelum bisa dipakai, link dari pesan langsung atau hasil sponsor, serta permintaan tanda tangan yang terasa terburu-buru dan tidak sesuai dengan niat transaksi.
Dalam praktik harian, kebiasaan paling aman tetap sederhana. Cek domain, cek kontrak, baca scope approval, dan pastikan route yang dipakai memang dipilih sendiri, karena di DeFi kebiasaan kecil sering menjadi pembeda antara transaksi yang aman dan kerugian yang sulit dibalik.





