Di tengah sorotan yang kembali mengarah ke keluarganya, Ahmad Dhani memilih satu langkah sederhana untuk menjaga Safeea Ahmad tetap kuat: membangun ketahanan mental sejak dini. Ia menilai perlindungan terbaik untuk anak bukan hanya menjauhkan mereka dari komentar pedas, tetapi juga membekali mereka agar tidak mudah goyah saat tekanan datang dari media sosial.
Dhani melihat ruang digital sebagai tempat yang tidak selalu menghadirkan respons sehat. Karena itu, ia berusaha membuat Safeea memahami sejak awal bahwa tidak semua komentar warganet perlu dianggap serius atau diserap sebagai kebenaran.
Menjelaskan netizen dengan bahasa yang mudah dipahami
Untuk anak-anak, Dhani memilih penjelasan yang sederhana dan mudah dicerna. Ia menyampaikan bahwa karakter orang di media sosial berbeda-beda, sehingga tidak semua pengguna bisa diperlakukan sama dalam menerima komentar mereka.
Dalam penjelasannya, ia menegaskan ada warganet yang beradab dan ada pula yang tidak. Pandangan itu ia sampaikan saat diwawancarai melalui channel Intens Investigasi, Kamis (7/6/2026), ketika membahas cara ia membentengi putrinya dari komentar negatif.
Tekanan publik yang tidak bisa dihindari
Perhatian publik terhadap Safeea kembali mencuat setelah unggahan Ahmad Dhani memicu pembahasan lama tentang kisahnya bersama Maia Estianty. Situasi seperti itu membuat nama Safeea ikut terseret dalam sorotan yang tidak selalu nyaman.
Bagi Dhani, kondisi tersebut memperlihatkan pentingnya menyiapkan anak sejak awal. Ia ingin Safeea tidak mudah terguncang ketika komentar tajam muncul dari ruang digital dan perhatian publik datang tanpa bisa dipilih.
Kesiapan mental juga diberikan kepada Ali
Langkah serupa tidak hanya diarahkan kepada Safeea. Dhani juga menyebut Ali mendapat pendidikan yang baik serta pemahaman bahwa mereka harus siap menghadapi komentar apa pun.
Ia menilai anak dari figur publik memang perlu memiliki kesiapan mental. Menurutnya, komentar dari warganet adalah bagian dari konsekuensi hidup sebagai anak orang terkenal, sehingga anak-anak harus belajar menghadapinya tanpa mudah rapuh.
Komunikasi rutin agar tekanan tidak dipendam
Selain memberi nasihat, Dhani menjaga komunikasi dengan anak-anaknya secara rutin. Ia ingin mereka merasa aman untuk bercerita ketika menghadapi tekanan, bukan memendamnya sendiri sampai beban itu menumpuk.
Ia juga mengingatkan melalui pesan WhatsApp agar anak-anaknya tidak terlalu memikirkan komentar dari orang yang dianggap tidak memahami persoalan. Pola komunikasi ini ia lihat sebagai cara penting untuk mencegah dampak komentar negatif berkembang dalam diam.
Pengalaman pribadi ikut membentuk sikapnya
Sikap Dhani dalam menghadapi komentar publik tidak lepas dari pengalaman pribadinya. Ia mengaku sudah lama menerima serangan terhadap karakter pribadinya, namun tetap bertahan.
Pengalaman itu membuatnya merasa lebih kuat, sekaligus mendorongnya memberi pelajaran serupa kepada anak-anak. Ia berharap Safeea tidak rapuh saat berhadapan dengan sorotan publik, terutama ketika komentar negatif kembali ramai di media sosial.
Di tengah upaya itu, Dhani menutup pesannya dengan kalimat, “What doesn’t kill you make you stronger.” Pesan tersebut sejalan dengan caranya mendidik Safeea, yaitu membiasakan anak memahami bahwa komentar publik tidak selalu mencerminkan kenyataan.
Source: www.beritasatu.com




