Bukan Cuma Tambahan, 5 Trilogi FPS Ini Malah Makin Kuat di Setiap Sekuelnya

Tidak semua trilogi FPS dikenang karena tiga gim yang sama-sama berada di puncak. Justru, banyak seri besar bertahan karena setiap judul membawa peran berbeda, lalu saling menguatkan saat dibaca sebagai satu paket.

Lima trilogi berikut menunjukkan bahwa sekuel tidak selalu hadir sebagai tambahan biasa. Ada yang memperluas dunia, ada yang memperbaiki mekanik, dan ada juga yang membuat identitas seri terasa makin tegas dari satu gim ke gim berikutnya.

Modern Warfare dan perubahan standar FPS modern

Trilogi original Modern Warfare menjadi salah satu titik balik terbesar bagi Call of Duty. Gim pertamanya berani meninggalkan latar Perang Dunia II yang saat itu masih mendominasi pasar, lalu menawarkan perang modern dengan campaign yang terasa segar.

Nama Captain Price, Soap MacTavish, dan Simon “Ghost” Riley ikut membuat seri ini mudah diingat. Di sisi lain, mode multiplayer-nya mengubah standar genre dan pengaruhnya terasa jauh melampaui satu generasi konsol.

Modern Warfare 2 dan Modern Warfare 3 lalu melanjutkan fondasi tersebut dengan kuat. Misi kontroversial “No Russian” dan penutup cerita yang dianggap memuaskan ikut menjaga trilogi ini tetap relevan sampai sekarang.

Halo membangun kekuatan lewat tiga pendekatan berbeda

Trilogi Halo sering disebut sebagai paket FPS yang sangat berpengaruh. Halo: Combat Evolved ikut membantu menyelamatkan Xbox di masa awal, sekaligus membuktikan bahwa FPS tetap seru dimainkan dengan kontroler.

Game pertamanya menonjol lewat dunia yang epik, senjata yang memuaskan, dan Master Chief sebagai tokoh utama yang terasa dominan. Halo 2 memang dinilai terlalu singkat oleh sebagian pemain, tetapi mode multiplayer yang kuat, fitur dual-wielding, dan dua sudut pandang protagonis membuatnya tetap menonjol.

Halo 3 kemudian merangkum kekuatan dua game sebelumnya. Judul ini memadukan area luas seperti game pertama dan cerita yang lebih personal seperti game kedua, lalu menutup perjalanan Master Chief dengan cara yang dianggap layak setelah enam tahun.

BioShock memperluas dunia tanpa kehilangan ciri khas

BioShock mengambil jalur yang berbeda dari banyak FPS lain. Game pertamanya membawa pemain ke Rapture, kota bawah laut yang dulu megah tetapi kini hancur, dengan musuh seperti Splicer dan Big Daddy yang cepat menjadi ikon.

Plasmid memberi nuansa gameplay yang segar dan unik. BioShock 2 memang tidak sepionir pendahulunya, tetapi tetap membawa perbaikan nyata, termasuk kemampuan memakai senjata dan Plasmid secara bersamaan.

BioShock Infinite lalu mengubah arah seri dengan membawa pemain ke Columbia, kota futuristik di atas awan. Di sini, konsep multiverse mulai diperkenalkan, sementara DLC Burial at Sea menyatukan benang merah antara Infinite dan gim pertama.

Resistance bertahan lewat senjata dan skala konflik

Resistance memulai langkahnya sebagai launch-title untuk PS3 dan menandai perubahan besar bagi Insomniac Games. Studio yang sebelumnya dikenal lewat game platformer seperti Ratchet & Clank itu kemudian masuk ke dunia FPS dengan latar alternatif era Perang Dunia 2.

Seri ini menempatkan manusia melawan invasi alien, dengan perpindahan lokasi yang cukup jauh antar gim. Perjalanannya bergerak dari medan perang Eropa ke wilayah Midwest Amerika, lalu ke dunia pasca-apokaliptik.

Pergantian protagonis dari Nathan Hale ke Joseph Capelli dan inkonsistensi antar gim membuat serinya terasa kurang kohesif. Meski begitu, pengalaman menembaki alien tetap menyenangkan, terutama berkat senjata-senjata unik yang menjadi daya tarik utama.

Killzone menutup dengan identitas yang makin matang

Killzone hadir di PS2 dengan ambisi besar sebagai pesaing Halo, meski tidak pernah benar-benar menyaingi popularitasnya. Daya tarik utamanya justru ada pada Helghast, musuh ikonik dengan mata oranye menyala dan suara yang khas.

Killzone 2 di PS3 membawa peningkatan signifikan pada gameplay dan skala pertempuran. Walau tidak semegah yang dijanjikan trailer awalnya, gim ini tetap dipandang sebagai langkah penting dalam perkembangan seri.

Killzone 3 mengambil pendekatan berbeda lewat misi berlatar es yang memberi nuansa segar di tengah dominasi warna gelap dua gim sebelumnya. Meski skalanya lebih kecil, banyak pemain menilai gim ini sebagai yang terbaik di serinya karena latarnya terasa segar dan penutupan cerita perangnya memuaskan.

Source: www.idntimes.com
Exit mobile version