SC Freiburg sebenarnya sempat berada di jalur untuk pulang dengan hasil imbang dari markas Sporting Braga. Namun, satu kesalahan fatal di depan gawang pada menit ke-92 mengubah arah pertandingan dan membuat tim Jerman itu kalah 1-2 di semifinal Liga Europa.
Bagi Braga, kemenangan ini terasa sangat penting karena datang di kandang sendiri dan lahir lewat momen paling menentukan di pengujung laga. Keunggulan tipis tersebut memberi modal berharga jelang leg kedua pekan depan, meski hasilnya masih belum bisa disebut aman.
Braga tampil dengan pendekatan yang lebih agresif sejak awal. Tim asuhan Carlos Vicens lebih sering menekan dan berusaha menguasai area berbahaya, sementara Freiburg memilih bertahan rapat dan menunggu peluang dari transisi cepat.
Laga langsung hidup ketika Demir Ege Tiknaz membawa Braga unggul pada menit kedelapan. Freiburg kemudian membalas lewat Vincenzo Grifo pada menit ke-16 setelah memanfaatkan serangan balik yang berjalan efektif.
Setelah skor kembali seimbang, tensi pertandingan meningkat dan duel berjalan lebih ketat. Braga tetap memegang inisiatif, tetapi mereka sempat kehilangan satu figur penting ketika kapten Ricardo Horta ditarik keluar karena cedera.
Meski kehilangan Horta, tekanan tuan rumah tidak banyak berkurang. Braga terus mencari celah di pertahanan Freiburg, sementara tim tamu tetap disiplin menjaga blok pertahanan mereka agar skor tidak berubah.
Peluang besar Braga sempat tertahan menjelang turun minum. Noah Atubolu tampil penting untuk Freiburg dengan menggagalkan penalti Rodrigo Zalazar, sehingga laga tetap imbang saat memasuki fase yang makin krusial.
Penyelamatan itu menambah catatan impresif Atubolu dalam menghadapi penalti. Dilansir dari beinsports.com, itu menjadi penyelamatan keenam dari tujuh penalti terakhir yang dihadapinya bersama klub Jerman tersebut di semua kompetisi.
Namun, ketenangan Atubolu runtuh di momen terakhir pertandingan. Tendangan Vitor Carvalho pada menit ke-92 tidak berhasil diamankan dengan sempurna, bola liar langsung disambar Mario Dorgeles, dan Braga memastikan kemenangan tipis di Stadion Municipal de Braga.
Secara permainan, keunggulan Braga juga terlihat dari data serangan. Mereka mencatat 13 tembakan dengan xG 2,37, sedangkan Freiburg hanya membukukan 10 tembakan dengan xG 1,11.
Angka itu sejalan dengan alur pertandingan yang memperlihatkan Braga lebih sering berada di area berbahaya. Freiburg memang bertahan dengan disiplin, tetapi akhirnya tetap harus menanggung akibat dari satu blunder di fase paling akhir.
Kemenangan ini membuat Braga datang ke leg kedua dengan posisi yang lebih nyaman. Freiburg masih punya harapan karena catatan kandang mereka di Liga Europa musim ini sangat kuat, dengan enam kemenangan dari enam laga kandang.





