Borussia-Park akan menjadi panggung untuk dua kepentingan yang berbeda, tetapi sama-sama penting bagi tuan rumah dan tamunya. Borussia Mönchengladbach ingin menutup musim dengan posisi yang lebih baik, sementara TSG Hoffenheim masih memelihara harapan tipis untuk meraih tiket Liga Champions.
Beban terbesar justru ada di pundak Hoffenheim. Tim asuhan Christian Ilzer tidak hanya wajib menang, tetapi juga harus menang besar sambil menunggu Stuttgart tergelincir saat melawan Eintracht Frankfurt.
Situasi itu membuat Hoffenheim hampir pasti tampil agresif sejak menit awal. Mereka juga harus memangkas selisih gol dari Stuttgart, yang dalam skenario tertentu menuntut keunggulan sekitar lima gol.
Di lini depan, Andrej Kramaric kembali menjadi nama yang paling diperhitungkan. Rekor pribadinya melawan Gladbach cukup menonjol karena ia sudah mencetak 10 gol dalam pertemuan kedua tim.
Gladbach sendiri tidak datang sebagai penggembira. Tim asuhan Eugen Polanski masih punya target realistis untuk finis di posisi ke-10 klasemen akhir, sehingga laga ini tetap membawa nilai penting bagi mereka.
Performa kandang Gladbach juga menjadi modal yang layak diperhitungkan. Mereka belum kalah di Borussia-Park sejak Februari, meski tren itu sempat terganggu setelah tumbang 1-3 dari Augsburg pekan lalu.
Kondisi berbeda di dua kubu
Gladbach memasuki laga ini dengan beberapa catatan personel yang menarik. Rocco Reitz dipastikan absen karena sakit, dan pertandingan ini disebut sebagai laga terakhir sang kapten sebelum pindah ke RB Leipzig.
Ada pula kemungkinan perpisahan lain di kubu tuan rumah. Joe Scally dan Gio Reyna juga dirumorkan bakal menjalani penampilan terakhir mereka bersama klub.
Di saat yang sama, Gladbach mendapat tambahan tenaga dari Nico Elvedi yang sudah selesai menjalani hukuman larangan bermain. Namun, Jens Castrop harus menepi setelah menerima kartu merah.
Hoffenheim justru datang dengan skuad yang lebih stabil. Christian Ilzer berpeluang mempertahankan susunan pemain yang sama seperti ketika mereka mengalahkan Werder Bremen.
Kestabilan itu menjadi penting karena Hoffenheim membutuhkan intensitas tinggi untuk menekan lawan dan menjaga peluang selisih gol tetap hidup. Dalam situasi seperti ini, tekanan dipastikan mengarah ke Gladbach sejak awal pertandingan.
Duel yang kerap melahirkan banyak gol
Pertemuan kedua tim juga dikenal sering berlangsung terbuka. Dalam empat laga terakhir, total 24 gol tercipta, yang berarti rata-ratanya mencapai enam gol per pertandingan.
Pertemuan terakhir mereka bahkan berakhir dengan kemenangan 5-1 untuk Hoffenheim pada Januari 2026. Catatan itu membuat laga di Borussia-Park berpotensi kembali berjalan panas jika Hoffenheim benar-benar mengambil pendekatan menyerang penuh.
Dengan latar seperti itu, duel ini bukan hanya soal tiga poin. Gladbach ingin menjaga reputasi kandang dan mengejar posisi yang lebih baik, sedangkan Hoffenheim harus menggabungkan kemenangan telak dengan hasil yang menguntungkan di tempat lain agar harapan ke Liga Champions tetap menyala.
Perkiraan susunan pemain
Gladbach diprediksi menurunkan Nicolas di bawah mistar, dengan Scally, Elvedi, Diks, dan Ullrich di lini belakang. Engelhardt, Sander, dan Reyna diperkirakan mengisi lini tengah, sementara Bolin, Mohya, dan Tabaković menjadi tumpuan di depan.
Hoffenheim kemungkinan memainkan Baumann sebagai penjaga gawang. Di depannya ada Coufal, Kabak, Hajdari, dan Bernardo, lalu Avdullahu berpeluang menopang Kramaric dan Burger di tengah.
Di sektor serang, Lemperle, Asllani, dan Touré disiapkan sebagai sumber ancaman. Kombinasi itu membuat Hoffenheim memiliki banyak opsi untuk menekan sejak menit pertama.
Source: mediaindonesia.com