Di balik janji besar implan otak, ada pertanyaan yang makin sulit diabaikan: seberapa aman data saraf ketika perangkat ini mulai dipakai lebih luas? Teknologi tersebut memang membuka peluang bagi pasien lumpuh dan penyintas stroke untuk kembali berkomunikasi dan mengendalikan perangkat, tetapi risiko peretasan kini ikut masuk dalam pembahasan utama.
Antarmuka otak-komputer atau brain-computer interface (BCI) bekerja dengan menangkap sinyal listrik dari otak lalu menerjemahkannya menjadi perintah yang bisa diproses komputer. Dari situ, pengguna dapat mengubah teks menjadi suara, menggerakkan kursor, menjalankan instruksi digital, sampai mengendalikan kursi roda hanya lewat aktivitas otak.
Harapan besar di ruang klinis
Pengembangan BCI terbagi dalam dua jalur utama. Sistem non-invasif ditempatkan di luar tubuh dan biasanya memakai headset EEG untuk membaca aktivitas otak, sedangkan sistem invasif ditanam lewat operasi di permukaan otak.
Jenis implan inilah yang paling banyak menyedot perhatian peneliti dan investor karena diarahkan untuk memulihkan kemampuan bicara dan bergerak setelah stroke atau cedera sumsum tulang belakang. Sejumlah perusahaan, termasuk Blackrock Neurotech, Synchron yang berbasis di Australia, dan Neuralink milik Elon Musk, ikut mengembangkan teknologi tersebut.
Menurut The Conversation, penggunaan implan ini masih sangat terbatas karena aturan yang berlaku saat ini hanya mengizinkannya untuk segelintir peserta uji klinis di seluruh dunia. Meski begitu, minat pasar tetap tinggi karena kebutuhan medisnya sangat besar.
Lebih dari 3 miliar orang di dunia hidup dengan gangguan neurologis yang dapat memengaruhi gerak, komunikasi, atau fungsi sensorik. Kelompok ini mencakup pasien dengan epilepsi, Parkinson, stroke, cerebral palsy, dan cedera otak traumatis.
Kemajuan yang terlihat pada komunikasi
Salah satu hasil paling menonjol datang dari kemampuan berbicara. Studi 2023 yang dikutip The Conversation menunjukkan bahwa pasien lumpuh yang memakai BCI bisa berkomunikasi hingga 78 kata per menit, naik tajam dari 15 kata per menit pada 2021.
Pemanfaatan teknologi ini juga tidak berhenti di pasien yang kesulitan bicara atau bergerak. BCI dipakai di ruang operasi untuk memetakan aktivitas otak saat prosedur yang rumit agar dokter tidak merusak area penting.
Para peneliti juga sedang menguji potensi BCI untuk gangguan tidur dan rehabilitasi. Jika pengembangan itu berhasil, diagnosis dan rencana perawatan bisa menjadi lebih tepat.
Risiko fisik dan digital ikut membesar
Di sisi lain, implan otak membawa risiko medis yang nyata. Perangkat ini dapat memicu perdarahan, infeksi, peradangan, dan pembentukan jaringan parut seiring waktu.
Risiko baru juga muncul dari sisi keamanan siber. Sebuah studi terbaru memunculkan kemungkinan bahwa peretas bisa mengakses data saraf pribadi atau mengganggu pikiran dan gerakan, sehingga keamanan digital kini dipandang sebagai bagian dari kesehatan otak.
Biaya juga masih menjadi kendala besar. Menurut The Conversation, harga implan berada di kisaran US$50.000 hingga US$140.000 sebelum perawatan berkelanjutan, angka yang masih jauh dari jangkauan kebanyakan orang.
Privasi data saraf jadi perhatian baru
Seiring teknologi ini mendekati penggunaan yang lebih luas, peneliti dan pembuat kebijakan mulai bergulat dengan isu privasi dan perlindungan data saraf. Beberapa yurisdiksi di Amerika Serikat sudah berupaya melindungi data tersebut lewat hukum, tetapi celah regulasi masih ada jika perangkat ini nantinya makin umum dipakai di layanan kesehatan.
Karena itu, pasien dan keluarga dianjurkan menanyakan hal-hal penting sebelum memilih teknologi ini. Pertanyaan yang perlu diajukan antara lain apakah perangkat tersebut invasif atau non-invasif, bagaimana perawatan jangka panjangnya, bagaimana data otak disimpan, dan apakah teknologi itu digunakan dalam uji klinis yang diatur.
Para ilmuwan juga menilai riset independen masih dibutuhkan untuk memahami dampak fisik dan psikologis jangka panjang dari implan permanen. Mereka menekankan bahwa pendanaan publik bisa membantu teknologi ini berkembang dengan lebih aman dan lebih mudah diakses.





