Berusaha Di Bawah Hujan, Idgitaf Menyusun Cinta, Keraguan, dan Kedewasaan dalam 12 Lagu

Idgitaf memilih menempatkan pengalaman pribadi sebagai inti dari album penuh keduanya, Berusaha di Bawah Hujan. Lewat karya ini, ia tidak hanya menawarkan lagu-lagu yang lebih matang, tetapi juga menghadirkan cerita cinta, keraguan, dan penerimaan dengan cara yang terasa lebih jujur.

Album tersebut menjadi penanda fase baru dalam perjalanan musik Gita, nama asli Idgitaf. Ia melihat proyek ini sebagai ruang untuk memahami kapasitas diri, memperluas sudut pandang terhadap karya, dan membaca cinta dari perspektif yang lebih luas.

Cerita yang bergerak dalam empat fase

Berusaha di Bawah Hujan disusun sebagai cerita bersambung yang terdiri dari 12 lagu. Seluruh lagu itu saling terhubung dan dirancang membentuk satu alur emosi yang utuh.

Perjalanan di dalam album ini dibagi ke dalam empat fase emosi. Ceritanya dimulai dari pertemuan dengan cinta yang terasa menyembuhkan, lalu bergerak ke kebahagiaan yang hadir di dalamnya.

Setelah itu, arah cerita bergeser ke konflik dan keraguan. Bagian akhirnya membawa pendengar pada tahap menerima dan bertahan bersama segala “hujan” yang datang.

Warna musik yang lebih luas

Dari sisi musikal, Idgitaf mencoba menghadirkan nuansa yang lebih segar. Ia memadukan sentuhan country dengan pop hangat dan ceria yang sudah menjadi ciri khas dirinya.

Pendekatan itu terdengar antara lain dalam “Sedia Aku Sebelum Hujan” dan “Mungkin di Depan Buram”. Di dua lagu itu, eksplorasi musik berjalan tanpa meninggalkan identitas utama yang selama ini melekat pada Gita.

Hasilnya, album ini terasa lebih luas secara bunyi. Di saat yang sama, karakter musik Idgitaf tetap mudah dikenali.

Lagu yang lahir dari ruang personal

Salah satu bagian yang paling spesial dalam album ini adalah kolaborasi Idgitaf bersama Dere. Gita menyebut lagu tersebut punya makna yang sangat personal dan penting dalam narasi keseluruhan album.

Ada pula “Setengah Langit” yang diposisikan sebagai ruang dialog dengan diri sendiri. Lagu itu juga diarahkan menjadi pesan reflektif untuk sesama perempuan soal cara memandang kebahagiaan dan pengalaman hidup.

Idgitaf pernah menyinggung bahwa lagu itu berbicara tentang kecenderungan perempuan mengkategorikan kebahagiaan berdasarkan apa yang ditentukan orang lain. Dari situ, lagu ini menempatkan pengalaman personal sebagai bahan untuk membuka percakapan yang lebih luas.

Proses panjang bersama banyak produser

Pengerjaan album ini berlangsung dalam proses yang panjang, dimulai sejak Februari 2025 hingga April 2026. Selama proses itu, Idgitaf bekerja sama dengan sejumlah produser, termasuk Enrico Octaviano, Lafa Pratomo, Michael Rodovan, Ricco, Rama Harto, dan Luthfi Adianto.

Keterlibatan banyak nama ikut memberi warna pada hasil akhir album. Kolaborasi tersebut memperkaya pendekatan musik yang dihadirkan tanpa mengubah arah emosional yang ingin dibangun.

Idgitaf berharap pendengar bisa merasakan beragam emosi di dalam album ini, mulai dari bahagia, sedih, hingga frustrasi. Ia juga ingin Berusaha di Bawah Hujan menjadi cerminan perjalanan personal yang ia jalani bersama pasangannya.

Source: lifestyle.bisnis.com

Baca Juga

Back to top button