Banyak orang langsung panik ketika mendapati beras baru dibeli tiba-tiba dipenuhi kutu. Padahal, dalam kondisi tertentu, stok itu masih dapat diselamatkan dengan langkah sederhana yang bisa dilakukan di rumah tanpa bahan kimia.
Masalahnya sering bukan hanya soal beras yang terlalu lama disimpan. Kutu juga bisa berkembang saat beras berada dalam keadaan lembap, tertutup tidak rapat, atau sudah membawa telur sejak proses penyimpanan, penggilingan, hingga distribusi.
Saat beras masih layak diselamatkan
Tidak semua beras yang berkutu harus langsung dibuang. Jika jumlah kutunya masih sedikit, beras umumnya masih bisa dibersihkan, dicuci berulang kali, lalu dimasak seperti biasa.
Sebaliknya, beras sebaiknya tidak dipakai lagi jika kutunya sudah sangat banyak, muncul bau apek, warnanya berubah, atau sudah tampak jamur. Karena itu, kondisi beras perlu diperiksa lebih dulu sebelum memutuskan untuk menyimpannya atau membuangnya.
Cara alami yang bisa dicoba di rumah
Salah satu cara paling mudah adalah menjemur beras di bawah sinar matahari. Beras bisa dituangkan ke tampah atau wadah lebar, lalu dijemur sekitar 15 sampai 30 menit agar panas membantu mengurangi kelembapan dan membuat kutu keluar dari tumpukan beras.
Jika cuaca tidak mendukung, freezer bisa menjadi alternatif. Beras cukup dimasukkan ke plastik atau wadah tertutup, lalu disimpan di freezer selama 1 sampai 3 hari untuk membantu membunuh kutu dan telurnya.
Bahan dapur beraroma tajam juga sering dipakai untuk mengusir kutu beras. Cabai merah kering, misalnya, bisa diletakkan di beberapa sudut wadah agar aromanya menyebar tanpa memengaruhi rasa nasi.
Daun salam juga dikenal praktis untuk penyimpanan beras. Tiga sampai lima lembar daun salam kering dapat dimasukkan ke tempat beras dan diganti secara berkala supaya aromanya tetap kuat.
Bawang putih pun bisa dipakai sebagai pengusir alami. Beberapa siung yang sudah dikupas dapat diletakkan di dalam wadah, lalu diganti saat mulai mengering atau rusak karena aroma sulfurnya tidak disukai serangga gudang.
Kayu manis termasuk bahan lain yang cukup efektif. Satu batang kayu manis bisa diletakkan di tengah atau sudut tempat penyimpanan agar aroma rempahnya membuat kutu tidak nyaman berada di dalam wadah.
Selain itu, daun jeruk purut juga kerap digunakan. Beberapa lembar daun bisa diremas ringan supaya aromanya keluar, lalu diletakkan di dalam wadah beras untuk memberi efek sitrus yang tidak disukai serangga kecil.
Ada juga cara sederhana dengan kain basah. Kain dibasahi lalu diperas sampai tidak menetes, kemudian dipakai menutup bagian atas wadah beras selama beberapa jam agar kutu yang menyukai kondisi kering menempel pada kain lembap.
Cengkeh termasuk bahan yang juga sering dimanfaatkan. Beberapa butir cengkeh dapat disebar di beberapa bagian wadah supaya aromanya merata dan membantu menjaga beras tetap terasa segar saat disimpan.
Mengapa kutu bisa datang lagi
Membersihkan kutu yang terlihat saja belum cukup jika tempat simpan masih lembap. Risiko muncul kembali tetap tinggi ketika beras dibiarkan terlalu lama di wadah yang jarang dibersihkan atau tidak tertutup rapat.
Karena itu, menjaga beras tetap kering menjadi langkah penting setelah penanganan awal dilakukan. Wadah yang rapat juga membantu mencegah telur kutu yang sudah terbawa sejak awal berkembang menjadi infestasi yang lebih besar.