Ben Gvir Dikecam Setelah Unggah Aktivis Sumud Berlutut, Israel Disorot Dunia

Pencegatan Global Sumud Flotilla di laut memicu gelombang kritik karena para penumpangnya kemudian ditahan militer Israel, termasuk sejumlah warga negara asing. Kontroversi itu makin membesar setelah Menteri Israel Itamar Ben-Gvir mengunggah video yang memperlihatkan aktivis dalam kondisi tangan terikat dan berlutut.

Rekaman tersebut menyebar cepat dan langsung mengubah insiden itu menjadi persoalan diplomatik lintas negara. Banyak pihak menilai perlakuan dalam video itu tidak pantas, terutama karena para aktivis datang dalam misi kemanusiaan menuju Gaza.

Sorotan paling keras datang dari Eropa. Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyebut gambar yang diunggah Ben-Gvir tidak dapat diterima, sementara Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot mendesak Israel segera membebaskan warga negaranya.

Dari Kanada, Menteri Luar Negeri Anita Anand menilai situasi itu tidak manusiawi terhadap warga sipil. Ia juga menyatakan pemerintahnya akan bertindak segera.

Kecaman juga datang dari Spanyol. Menteri Luar Negeri Jose Manuel Albares menyebut tindakan Israel mengerikan dan meminta para aktivis dibebaskan secepatnya. Sikap ini memperkuat tekanan terhadap Israel setelah video Ben-Gvir memicu perhatian publik internasional.

Di Asia, Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung ikut menyoroti penahanan warganya yang berada dalam rombongan flotilla. Ia menekankan bahwa lokasi kejadian berada di perairan yang bukan wilayah teritorial Israel dan mempertanyakan dasar penahanan kapal negara ketiga ketika konflik berlangsung.

Kasus ini ikut menyeret perhatian pada nasib para penumpang kapal dari berbagai negara. Sejumlah laporan menyebut kapal-kapal misi itu dicegat di perairan internasional sebelum para penumpangnya ditahan militer Israel.

Di antara yang ikut tertahan terdapat warga negara Indonesia. Mereka termasuk jurnalis Indonesia Bambang Noroyono dan Thoudy Badai Rifan Billah dari Republika, serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo TV.

Pemerintah Indonesia sebelumnya telah menyatakan kecaman atas pencegatan kapal Global Sumud Flotilla. Jakarta juga menyiapkan langkah penyelamatan bagi WNI yang terdampak.

Video Ben-Gvir membuat perhatian dunia tidak lagi hanya tertuju pada penahanan aktivis, tetapi juga pada cara Israel memperlakukan para peserta flotilla. Karena rombongan itu berasal dari banyak negara, kasus ini berkembang menjadi isu diplomatik yang lebih luas dan memunculkan pertanyaan baru soal dasar penahanan di laut.

Source: mediaindonesia.com
Exit mobile version