Di pasar ponsel bekas, iPhone 11 kembali mencuri perhatian karena harga yang kini jauh lebih ramah di kantong. Untuk varian 64 GB, banderolnya sudah berada di kisaran Rp 4 jutaan, sehingga perangkat ini masih menarik bagi pembeli yang ingin masuk ke ekosistem Apple tanpa harus mengejar model terbaru.
Pergerakan harga itu juga membuat seri iPhone 11 tetap relevan di tengah banyaknya pilihan lain. Kombinasi chipset A13 Bionic, kamera ganda, dan layar yang nyaman menjadi alasan utama mengapa model ini belum kehilangan peminat di Indonesia.
Kisaran harga yang beredar
Di berbagai marketplace, iPhone 11 bekas dengan kapasitas 128 GB terlihat berada di level Rp 5 jutaan. Sementara itu, varian 256 GB dipasarkan di kisaran Rp 5,5 jutaan.
Lini yang lebih tinggi juga ikut turun harganya. iPhone 11 Pro bekas 64 GB ada di sekitar Rp 5 jutaan, lalu versi 256 GB berada di kisaran Rp 6 jutaan dan varian 512 GB menyentuh sekitar Rp 6,5 jutaan.
Untuk iPhone 11 Pro Max, pasar bekas masih menempatkannya sebagai opsi yang menarik bagi pencari iPhone layar besar. Varian 64 GB ada di kisaran Rp 5,5 jutaan, kapasitas 256 GB sekitar Rp 6,5 jutaan, dan model 512 GB berada di level Rp 7 jutaan.
| Model | Kapasitas | Harga |
|---|---|---|
| iPhone 11 | 64 GB | Rp 4 jutaan |
| iPhone 11 | 128 GB | Rp 5 jutaan |
| iPhone 11 | 256 GB | Rp 5,5 jutaan |
| iPhone 11 Pro | 64 GB | Rp 5 jutaan |
| iPhone 11 Pro | 256 GB | Rp 6 jutaan |
| iPhone 11 Pro | 512 GB | Rp 6,5 jutaan |
| iPhone 11 Pro Max | 64 GB | Rp 5,5 jutaan |
| iPhone 11 Pro Max | 256 GB | Rp 6,5 jutaan |
| iPhone 11 Pro Max | 512 GB | Rp 7 jutaan |
Masih dicari untuk kebutuhan harian
Meski pertama kali hadir pada 2019, iPhone 11 masih dinilai cukup andal untuk pemakaian sehari-hari. Perangkat ini masih memadai untuk komunikasi, media sosial, fotografi ringan, dan hiburan.
Chip A13 Bionic menjadi salah satu daya tarik paling kuat di segmen ini. Performa yang ditawarkannya masih dianggap cukup untuk kebutuhan dasar hingga menengah tanpa harus mengejar seri iPhone terbaru.
Sistem kamera juga ikut menjaga posisi seri ini di pasar bekas. Bagi pengguna yang mencari iPhone second dengan kemampuan foto yang tetap kompeten, iPhone 11 masih masuk dalam daftar pertimbangan.
Layar pada perangkat ini pun disebut nyaman untuk digunakan sehari-hari. Karena itu, banyak pembeli lebih memprioritaskan pengalaman pakai yang stabil dibanding sekadar mengikuti model paling baru.
Selisih harga yang cukup jelas
Perbedaan harga antarvarian terlihat tegas di pasar bekas. Semakin besar kapasitas penyimpanan, semakin tinggi pula kisaran banderolnya.
Model Pro dan Pro Max juga konsisten diposisikan lebih mahal daripada iPhone 11 reguler. Selisih itu tampak di semua kapasitas yang beredar di marketplace.
Harga di lapangan tetap bisa berubah sewaktu-waktu. Kondisi pasar, kelengkapan aksesori, serta kebijakan masing-masing penjual ikut memengaruhi angka jual akhir.
Unit yang fisiknya masih mulus biasanya ditawarkan lebih mahal. Perangkat yang masih lengkap aksesori atau dijual oleh toko dengan reputasi baik juga cenderung berada di level harga yang lebih tinggi.
Karena itu, calon pembeli sebaiknya memilih penjual terpercaya sebelum bertransaksi. Pemeriksaan kondisi unit juga penting agar pembelian sesuai dengan kualitas barang yang ditawarkan. Dengan banderol mulai Rp 4 jutaan, iPhone 11 bekas masih menjadi salah satu pilihan yang cukup menarik di pasar iPhone second Indonesia.
Source: tekno.kompas.com




