Beasiswa Santri Jateng 2026 Masih Dibuka, Jalur Dalam Negeri dan Luar Negeri Sama-Sama Tersedia

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah masih memberi ruang bagi santri dan pengasuh pesantren yang ingin melanjutkan studi lewat Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Tahun 2026. Program ini menarik perhatian banyak pendaftar, terbukti sudah ada 825 orang yang tercatat hingga pertengahan Mei 2026.

Daya tarik utamanya bukan hanya karena beasiswa ini tersedia untuk berbagai jenjang, tetapi juga karena jalurnya tidak berhenti di pendidikan dalam negeri. Pemprov Jateng membuka kesempatan dari vokasi sampai doktoral, sekaligus menyediakan akses studi ke luar negeri untuk bidang tertentu.

Jalur yang dibuka cukup beragam

Untuk jalur dalam negeri, beasiswa ini menanggung vokasi dan S1 bagi santri, serta S2 dan S3 bagi pengasuh pesantren. Pendaftaran jalur domestik masih dibuka sampai 10 Juli 2026.

Setelah pendaftaran ditutup, seleksi dijadwalkan berlangsung pada 13 Juli sampai 1 Agustus 2026. Hasil seleksi kemudian diumumkan pada 3 Agustus 2026.

Kesempatan ke luar negeri juga tersedia

Selain jalur dalam negeri, Pemprov Jateng juga membuka pendaftaran luar negeri. Program ini mencakup S1, double degree, serta studi keislaman di Mesir dan Yaman.

Batas akhir pendaftaran luar negeri ditetapkan sampai 13 Juni 2026. Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui aplikasi JNN atau situs resmi jatengprov.go.id.

Bidik bidang yang dianggap strategis

Program beasiswa ini tidak hanya ditujukan untuk memperluas akses pendidikan, tetapi juga untuk mendorong penguasaan keahlian strategis. Pemerintah provinsi ingin santri mendalami bidang seperti kedokteran, pertanian, dan lingkungan hidup.

Harapannya, ilmu yang diperoleh bisa dibawa kembali ke pondok pesantren dan lingkungan sekitar. Dengan begitu, manfaat program tidak hanya dirasakan oleh penerima, tetapi juga oleh masyarakat yang berada di sekitarnya.

Dukungan pembiayaan disesuaikan dengan jalur

Pada jalur dalam negeri, penerima beasiswa mendapat pembiayaan penuh UKT hingga delapan semester. Skema ini memberi ruang bagi penerima untuk menempuh kuliah tanpa terbebani biaya utama perkuliahan.

Untuk jalur luar negeri, fasilitas yang diberikan lebih luas. Dukungan tersebut mencakup biaya kuliah, biaya hidup, visa, asuransi, hingga tiket pesawat pulang-pergi.

Source: www.goodnewsfromindonesia.id
Exit mobile version