Baterainya Besar, Bisa Mengisi Perangkat Lain, Oppo A6c Ditawarkan Mulai Rp 2 Jutaan

Di kelas harga Rp 2 jutaan, Oppo A6c tampil dengan paket yang tidak terlalu umum. Ponsel ini menggabungkan baterai besar, kemampuan reverse charging, serta perlindungan bodi terhadap percikan air dalam satu perangkat.

Pendekatan itu membuat A6c cukup relevan untuk pengguna yang menginginkan ponsel awet dipakai seharian penuh, bahkan lebih lama. Oppo menyebut perangkat ini mampu bertahan hingga tiga hari untuk pemakaian normal, sehingga frekuensi mencari colokan listrik bisa berkurang.

Baterai besar yang juga bisa membantu perangkat lain

Daya tahan menjadi salah satu nilai jual utama Oppo A6c. Untuk hiburan, baterainya diklaim sanggup memutar video selama 26,8 jam atau menjalankan game MOBA hingga 11,6 jam nonstop.

Saat masuk ke mode siaga, ketahanannya disebut bisa mencapai 28 hari. Oppo juga membekali perangkat ini dengan pengisian cepat 15 Watt sebagai standar pengisian daya.

Dari kondisi 1 persen ke 21 persen, proses pengisian diklaim memakan waktu 30 menit. Untuk mengisi penuh hingga 100 persen, waktunya sekitar 2 jam 52 menit.

Yang paling menonjol adalah reverse wired charging 5 Watt melalui USB-C. Fitur ini membuat Oppo A6c dapat difungsikan seperti powerbank kecil untuk mengisi daya earbuds atau smartwatch.

Tetap aman saat dipakai di luar ruangan

Selain baterai, Oppo memberi perhatian pada ketahanan bodi. A6c sudah membawa sertifikasi IP64 yang membuatnya tahan terhadap debu dan percikan air.

Bekal itu membuat perangkat lebih cocok dipakai pengguna yang sering beraktivitas di luar ruangan. Untuk mendukung pengalaman penggunaan, Oppo juga menambahkan Splash Touch dan Oily-Hand Touch agar layar tetap responsif saat jari basah atau berminyak.

Di sisi tampilan, Oppo tidak memilih desain yang terlalu sederhana. Sudut bingkai dibuat melengkung, sementara bagian belakang memakai desain 3D Dynamic Glow yang memberi kesan lebih premium.

Bahasa desain tersebut disebut mengingatkan pada lini Oppo Reno Series. Dengan begitu, A6c tidak hanya mengandalkan fungsi, tetapi juga mencoba tampil lebih rapi di kelas entry-level.

Layar besar dengan refresh rate tinggi

Untuk penggunaan harian, Oppo A6c dibekali layar LCD 6,75 inci dengan resolusi HD Plus. Panel ini mendukung refresh rate 120 Hz sehingga pergerakan visual terasa lebih mulus saat menggulir layar atau membuka aplikasi.

Tingkat kecerahannya mencapai 900 nit. Angka ini membantu layar tetap terlihat jelas saat ponsel dipakai di bawah cahaya luar ruang yang terang.

Kombinasi ukuran layar, refresh rate tinggi, dan kecerahan yang lumayan tinggi membuat perangkat ini terasa siap untuk kebutuhan harian. Pengguna yang banyak menonton, membaca, atau berselancar di media sosial akan merasakan manfaat dari konfigurasi tersebut.

Chipset, kamera, dan fitur AI

Di sektor performa, Oppo A6c ditenagai chipset Unisoc T7250. Chip ini dipasangkan dengan RAM LPDDR4X 4 GB dan penyimpanan internal hingga 128 GB menggunakan teknologi UFS 2.2.

Pemakaian UFS 2.2 menjadi nilai tambah di kelasnya karena dikenal lebih cepat dalam membaca data dibanding media penyimpanan yang lebih dasar. Sementara itu, untuk kebutuhan foto, Oppo menempatkan kamera utama 13 MP di belakang dan kamera depan 5 MP untuk swafoto serta panggilan video.

Meski konfigurasi kameranya sederhana, Oppo menyertakan sejumlah fitur berbasis AI. Fitur yang dibawa meliputi AI Smart Image Matting 2.0, AI Clear Face, dan AI Eraser.

Perangkat ini juga didukung Google Gemini dan Google Lens. Untuk keamanan data, Oppo menambahkan fitur Privacy Safe pada A6c.

Harga dan pilihan warna

Oppo A6c sudah tersedia di toko mitra resmi Oppo dalam dua varian memori. Varian 4 GB/64 GB dijual Rp 2.499.000, sedangkan model 4 GB/128 GB dibanderol Rp 2.999.000.

Untuk pasar Indonesia, Oppo menawarkan tiga pilihan warna. Opsi yang tersedia terdiri dari Stone Brown, Feather White, dan Feather Purple.

Dengan baterai besar, reverse charging, layar 120 Hz, serta sertifikasi IP64, Oppo A6c membawa kombinasi yang jarang ditemukan di kelas harga Rp 2 jutaan. Kehadiran kamera 13 MP dan desain yang lebih premium membuat posisinya cukup menarik di tengah persaingan ponsel murah.

Baca Juga

Back to top button