Di kelas Rp1 jutaan, daya tahan baterai dan dukungan software kini sering jadi pembeda yang lebih terasa daripada sekadar angka RAM atau nama chipset. Karena itu, lima HP yang muncul di Mei 2026 ini menarik perhatian bukan hanya karena harganya masih murah, tetapi juga karena masing-masing membawa bekal yang biasanya dicari pengguna harian.
Sebagian model bahkan sudah menawarkan layar 120Hz, kapasitas baterai besar, hingga jaminan update sistem yang panjang. Di segmen ini, kombinasi seperti itu membuat HP terasa lebih siap dipakai lama, bukan sekadar cukup untuk kebutuhan sesaat.
Pilihan yang paling menonjol di baterai dan tampilan
OPPO A6T tampil sebagai salah satu yang paling mudah dilirik karena membawa desain belakang kristal elegan yang memberi kesan lebih mahal. Di bagian depan, layarnya berukuran 6,75 inci dengan punch hole dan refresh rate 120Hz, sehingga tampilan antarmuka terasa lebih modern saat dipakai scrolling atau berpindah aplikasi.
Meski resolusinya masih HD Plus, OPPO tetap memberi nilai tambah lewat Snapdragon 685 yang dikenal stabil dan hemat daya. Kombinasi ini membuat OPPO A6T masih nyaman untuk aktivitas harian, multitasking ringan, dan game populer seperti Mobile Legends atau Free Fire.
Daya tarik terbesarnya ada pada baterai 6.500 mAh. Dengan kapasitas sebesar itu, perangkat ini cocok untuk pengguna yang aktif seharian dan ingin mengurangi frekuensi mengisi daya.
Yang membawa ruang lega dan ketahanan fisik
Nubia V80 Max lebih menonjol dari sisi memori, karena hadir dengan RAM 8GB dan penyimpanan internal 128GB. Untuk kelas Rp1 jutaan, konfigurasi ini terasa besar dan memberi ruang yang lebih lega bagi aplikasi maupun file.
Perangkat ini juga punya sertifikasi IP64 dan diklaim tahan benturan hingga 1,8 meter. Layarnya sudah mendukung refresh rate 120Hz, jadi pengalaman navigasi dan menonton video terasa lebih mulus.
Di bagian performa, Nubia memakai Unisoc T7250 yang bukan chipset paling kencang. Namun untuk chatting, browsing, media sosial, dan game ringan, kinerjanya masih aman dipakai.
Baterainya berkapasitas 6.000 mAh dan didukung fast charging 22,5 watt. Nubia juga menyebut ada akurasi GPS yang baik, sehingga perangkat ini relevan untuk pengguna yang sering mengandalkan navigasi.
Dua model yang kuat di layar besar dan umur pakai
Poco C81 Pro mengandalkan layar 6,9 inci yang terasa lega untuk hiburan, scrolling, dan bermain game. Refresh rate 120Hz membuat tampilannya lebih halus dibanding HP entry level biasa.
Hal paling menarik dari model ini ada pada HyperOS 3 dengan jaminan update OS hingga 4 tahun. Bagi pengguna yang ingin HP tetap aman dipakai dalam jangka panjang, dukungan software seperti ini jadi nilai tambah yang besar.
Poco C81 Pro memakai Unisoc T7250, sehingga bukan pilihan untuk game berat. Meski begitu, perangkat ini masih cukup nyaman untuk game ringan seperti Free Fire, Roblox, dan Stumble Guys.
Baterai 6.000 mAh membuatnya sanggup bertahan seharian penuh untuk penggunaan normal. Kekurangannya ada di pengisian daya yang masih standar karena hanya mendukung fast charging 15 watt.
Samsung Galaxy A07 juga masuk daftar karena menawarkan arah yang berbeda: stabilitas dan dukungan sistem. Meski RAM-nya hanya 4GB, Samsung memasangkan Helio G99 yang masih sangat layak untuk kelas entry level.
Perangkat ini menggunakan memori UFS, sehingga loading aplikasi dan transfer data terasa lebih cepat dibanding eMMC biasa. Untuk multitasking harian, media sosial, dan gaming ringan, Galaxy A07 masih responsif.
Nilai paling kuat dari Galaxy A07 ada pada jaminan update OS hingga 6 tahun. Dukungan sepanjang itu membuatnya terasa sangat siap untuk pemakaian jangka panjang di kelas harga 1 jutaan.
Baterainya 5.000 mAh dengan fast charging 25 watt. Speakernya masih mono dan kameranya tergolong standar, tetapi kombinasi software stabil dan performa yang rapi tetap jadi alasan utamanya.
Alternatif yang fokus pada fitur dan opsi memori
Infinix Smart 20 menyasar pengguna yang mencari fitur lengkap dalam desain yang tetap terlihat modern. Bagian belakangnya memakai tekstur 3D, sementara layarnya berukuran 6,78 inci, memakai punch hole, dan sudah mendukung refresh rate 120Hz.
HP ini juga dibekali rating IP64 dan ketahanan jatuh hingga 1,5 meter. Di kelas entry level, fitur seperti ini masih cukup jarang dan memberi nilai lebih untuk pemakaian harian.
Performa Helio G81 Ultimate memang tidak agresif, tetapi masih cukup untuk multitasking ringan dan game santai. Infinix juga menyediakan beberapa pilihan memori, mulai dari 4/64GB hingga 4/256GB, serta tambahan RAM virtual 4GB.
Kekurangannya ada pada penggunaan memori eMMC yang kecepatannya belum sebaik UFS. Meski begitu, Infinix Smart 20 tetap menarik bagi pengguna yang mengutamakan desain, fitur, dan pilihan memori yang cukup lengkap di kelas Rp1 jutaan.
Source: yoursay.suara.com