Xiaomi 17T Pro datang membawa dua hal yang biasanya sulit disatukan dalam satu perangkat: baterai 7.000 mAh dan bodi yang tetap ramping. Di saat banyak ponsel berkapasitas besar cenderung makin tebal, Xiaomi justru menjaga ketebalan model Pro ini di 8,3 mm.
Pendekatan itu membuat 17T Pro terlihat menonjol di kelas menengah-premium. Xiaomi juga tidak hanya mengandalkan daya tahan baterai, karena perangkat ini ikut membawa sentuhan kamera Leica lewat fitur Leica Live Moment yang dirancang untuk membuat hasil foto terasa lebih hidup.
Desain tetap bersih meski baterainya membesar
Xiaomi mempertahankan bahasa desain yang rapi pada keluarga 17T dengan bodi unibody aluminium dan layar datar. Model Pro memakai panel OLED 6,8 inci dengan refresh rate hingga 144Hz, sementara 17T hadir dengan OLED 6,6 inci hingga 120Hz.
Keduanya memiliki bezel tipis dan tingkat kecerahan hingga 3.500 nits. Pada 17T Pro, layar juga dapat turun sampai 1 nit agar lebih nyaman dipakai di ruangan gelap.
Daya besar tanpa mengorbankan ketebalan
Bagian yang paling mencuri perhatian ada pada kapasitas baterai. Xiaomi 17T Pro membawa baterai 7.000 mAh, sedangkan 17T dibekali 6.500 mAh.
Yang menarik, peningkatan itu tidak membuat 17T Pro terasa bongsor. Xiaomi menyebut bodi perangkat ini hanya sedikit lebih tebal dibanding 15T Pro, meski kapasitas baterainya naik jauh dari 5.500 mAh.
Untuk pengisian, Xiaomi menempatkan teknologi 100W pada 17T Pro. Kombinasi baterai besar dan pengisian cepat ini diklaim mampu mendukung pemakaian seharian penuh dan mengisi dari nol sampai penuh dalam waktu kurang dari satu jam.
Leica Live Moment menjadi pembeda utama di kamera
Di sisi fotografi, Xiaomi menambahkan Leica Live Moment ke 17T Pro dan 17T. Fitur ini bekerja mirip Live Photos di iPhone, tetapi dibawa dengan identitas Leica agar pengalaman memotret terasa lebih khas.
Saat tombol rana ditekan, ponsel merekam klip video pendek sebelum dan sesudah foto diambil. Hasilnya, pengguna tidak hanya menyimpan satu gambar diam, tetapi juga potongan momen singkat yang bisa dipilih ulang frame terbaiknya.
Pendekatan ini terasa berguna untuk subjek yang bergerak cepat atau momen ketika seseorang berkedip. Untuk kebutuhan media sosial, setiap foto juga punya klip video singkat yang bisa dipakai kembali, sementara filter bernuansa Leica ikut disediakan untuk memperkuat karakter gambar.
Performa dan kamera tetap diarahkan ke segmen premium
Di dalamnya, Xiaomi memakai chip MediaTek pada kedua model. Xiaomi 17T Pro menggunakan Dimensity 9500, sedangkan 17T dibekali Dimensity 8500 Ultra.
Pada sektor kamera, keduanya sama-sama membawa lensa periskop 115mm yang diklaim sangat cocok untuk portrait. Khusus 17T Pro, sensor kamera utamanya menggunakan sensor baru yang dikembangkan Xiaomi sendiri.
Xiaomi juga menempatkan 17T Pro sebagai penerus yang membawa lompatan nyata dari 15T Pro. Selain baterai yang jauh lebih besar, model ini mendapat silikon yang lebih baru dan kamera utama baru.
Siklus peluncuran lebih cepat dan arah pasar lebih jelas
Kehadiran duo 17T dan 17T Pro juga menunjukkan ritme pembaruan yang lebih cepat. Keduanya muncul hanya delapan bulan setelah generasi sebelumnya, sesuatu yang jarang terjadi pada lini T series.
Xiaomi menyebut percepatan itu didorong oleh perkembangan kerja sama imaging dengan Leica. Kolaborasi tersebut kini tidak hanya memperkuat kamera, tetapi juga mulai masuk ke sisi software.
Dari sisi perangkat lunak, kedua model menjalankan Android 16 dengan HyperOS di atasnya. Xiaomi menonjolkan antarmuka yang cepat dan mulus, dukungan AI bawaan Google, multitasking yang kuat, serta opsi kustomisasi yang solid.
Untuk ketersediaan, Xiaomi menyiapkan 17T dan 17T Pro bagi Eropa serta sejumlah pasar Asia seperti Singapura, Thailand, Hong Kong, dan Malaysia. Harga versi standar diperkirakan berada di kisaran $500 hingga $600, sedangkan model Pro ada di rentang $800 hingga $950, dengan Asia Tenggara cenderung berada di sisi bawah dan Eropa lebih tinggi karena bea impor serta biaya operator pihak ketiga.