Pasar ponsel entry-level di China kedatangan Vivo Y60, dan daya tarik terbesarnya bukan hanya ada pada harga kelas bawah. Perangkat ini membawa baterai 6.500mAh, layar 120Hz, serta dukungan 5G, yang membuatnya terlihat lebih serius dibanding banyak ponsel murah pada umumnya.
Vivo juga memberi bekal ketahanan yang jarang muncul di kelas ini. Selain sertifikasi IP65, Y60 mengantongi SGS bintang lima, sehingga arah pengembangannya jelas mengarah ke penggunaan harian yang lebih aman dan tahan lama.
Layar besar dengan refresh rate tinggi
Vivo Y60 memakai panel LCD 6,74 inci dengan resolusi HD+ 1600 x 720 piksel dan rasio aspek 20:9. Layar ini mendukung refresh rate hingga 120Hz, sehingga aktivitas seperti scrolling media sosial dan bermain game ringan terasa lebih mulus.
Pada kondisi tertentu, layar ini juga disebut mampu mencapai kecerahan hingga 1.200 nits. Dengan tingkat terang tersebut, Vivo menyebut penggunaan di luar ruangan tetap nyaman.
Performa harian dengan Snapdragon 4 Gen 2
Di sektor mesin, Vivo menyematkan Qualcomm Snapdragon 4 Gen 2 yang dibuat dengan fabrikasi 4nm. Chipset ini dipasangkan dengan RAM LPDDR4X hingga 8GB dan penyimpanan internal UFS 3.1 hingga 256GB.
Susunan ini diarahkan untuk kebutuhan harian yang umum, mulai dari multitasking, streaming video, hingga aplikasi berbasis 5G. Vivo menempatkan perangkat ini sebagai ponsel yang menyeimbangkan efisiensi daya dan konektivitas modern.
Baterai besar jadi nilai jual utama
Bagian yang paling menonjol dari Vivo Y60 ada pada baterai 6.500mAh. Vivo mengklaim kapasitas tersebut cukup untuk menunjang pemakaian seharian dalam aktivitas multimedia dan komunikasi.
Pengisian daya yang tersedia berada di 15W, dan ponsel ini juga mendukung reverse charging. Artinya, perangkat dapat dipakai untuk mengisi daya perangkat lain saat dibutuhkan.
Vivo juga menyebut baterai Y60 dirancang agar kesehatan daya tetap terjaga hingga lima tahun penggunaan normal. Klaim ini mempertegas fokus produk pada ketahanan jangka panjang, bukan hanya angka kapasitas besar.
Kamera dan fitur pendukung
Untuk kebutuhan fotografi dasar, Vivo Y60 membawa kamera utama 13MP dengan autofocus dan LED flash. Di bagian depan, tersedia kamera selfie 5MP yang ditempatkan dalam notch bergaya waterdrop.
Konfigurasi kamera tersebut memang tidak diarahkan untuk kelas premium. Namun, susunan ini masih memadai untuk panggilan video dan dokumentasi harian.
Vivo turut menambahkan sensor sidik jari di sisi bodi serta fitur infrared remote control. Kehadiran fitur ini membuat ponsel bisa dipakai untuk mengendalikan perangkat elektronik rumah tangga tertentu.
Konektivitas dan varian harga
Dari sisi konektivitas, Vivo Y60 sudah mendukung dual SIM 5G, Wi-Fi dual-band, Bluetooth 5.1, GPS, USB Type-C, dan jack audio 3,5mm. Jack audio tersebut masih menjadi nilai tambah bagi pengguna yang mengandalkan headset kabel.
Di China, Vivo Y60 hadir dalam tiga pilihan memori. Varian 6GB/128GB dijual 1.799 yuan, model 6GB/256GB dibanderol 1.999 yuan, sedangkan versi 8GB/256GB dipatok 2.299 yuan.
Ponsel ini juga tersedia dalam tiga warna, yaitu Shanhaiqing Blue, Lucky Purple, dan Obsidian Black. Hingga saat ini, Vivo belum mengumumkan ketersediaan global maupun jadwal peluncuran di Indonesia.
Source: selular.id




