Batam tengah menyiapkan panggung baru bagi industri digital kelas berat. Di kawasan Nongsa, sebuah proyek pusat data kecerdasan buatan dengan nilai komitmen investasi US$5 miliar atau sekitar Rp88 triliun mulai diposisikan sebagai motor baru ekonomi daerah.
Arus modal sebesar itu datang dari PT Equator Gate System Batam, pengembang pusat data asal Cina. Proyek ini diarahkan untuk membangun high-density artificial intelligence data centre di Teluk Mata Ikan, Nongsa, dan diproyeksikan menjadi basis ekspansi internasional pertama Range IDC di luar Cina.
Badan Pengusahaan Batam melihat proyek tersebut sebagai sinyal bahwa kawasan itu semakin siap masuk ke ekosistem digital yang lebih maju. Pelaksana Harian Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menilai kehadiran investasi pusat data AI ini menjadi momentum penting bagi percepatan transformasi ekonomi Batam.
Arah transformasi itu tidak lagi bertumpu pada manufaktur semata. Dengan masuknya proyek berskala besar seperti ini, Batam mulai diposisikan sebagai wilayah yang bergerak menuju ekonomi berbasis teknologi, inovasi, dan digitalisasi.
Nongsa jadi titik awal ekspansi
Pusat data itu akan berdiri di atas lahan seluas 30 hektare di Teluk Mata Ikan, Nongsa. Lokasi tersebut tidak hanya menjadi tempat pembangunan, tetapi juga pintu awal ekspansi internasional Range IDC di luar Cina.
Proyek ini mendapat dukungan penuh dari Range Intelligent Computing Technology Company Limited. Dukungan itu memperkuat posisi Nongsa sebagai area yang kini dilirik untuk pengembangan infrastruktur digital berstandar global.
Listrik disiapkan agar operasional tidak tersendat
BP Batam telah meneken perjanjian jual beli tenaga listrik atau PJBTL antara PT PLN Batam dan EGSB. Langkah ini diambil untuk memastikan pasokan energi bagi pembangunan dan operasional pusat data tetap terjaga.
Bagi investor teknologi informasi, kepastian listrik menjadi syarat yang sangat penting. Pusat data membutuhkan pasokan energi yang stabil dan berkelanjutan, sehingga suplai listrik tidak bisa diperlakukan sebagai kebutuhan tambahan.
Percepatan birokrasi dan efek turunannya
Untuk mempercepat realisasi proyek, BP Batam akan memakai skema fast-track execution. Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, menyebut skema itu disiapkan agar proses birokrasi dan tahapan pembangunan di lapangan berjalan lebih cepat dan efisien.
Fary juga menilai proyek EGSB berpotensi menjadi anchor investment bagi industri lain yang ikut tumbuh di sekitarnya. Sejumlah sektor yang diperkirakan terdorong antara lain cloud computing, ekosistem semikonduktor, dan layanan AI global.
Serapan tenaga kerja dan peran baru Batam
Dari sisi ketenagakerjaan, operasional pusat data ini diproyeksikan menyerap sekitar 700 hingga 800 tenaga kerja profesional di bidang teknologi digital. BP Batam menyebut kebutuhan talenta itu akan dipenuhi melalui kerja sama dengan perguruan tinggi setempat.
Masuknya investasi ini juga mengubah cara Batam dipandang dalam peta industri nasional. Kawasan yang selama ini identik dengan manufaktur kini diposisikan sebagai execution hub of global digital industry.
Dengan lahan yang sudah disiapkan, dukungan energi yang dijamin, dan percepatan proses yang dirancang, Nongsa menempati posisi strategis dalam pertarungan menarik investasi berbasis kecerdasan buatan. Kehadiran proyek ini menambah bobot Batam sebagai salah satu simpul penting ekonomi digital Indonesia.
Source: teknologi.bisnis.com