Bagi banyak pengguna, daya tahan kini menjadi pertanyaan paling penting saat memilih foldable Android. Perangkat jenis ini memang menawarkan layar besar dan desain unik, tetapi komponen lipatnya tetap membawa risiko yang tidak ditemukan pada ponsel biasa.
Keluhan yang paling sering muncul bukan soal performa, melainkan bagian yang terus bergerak setiap hari. Layar lipat dan engsel menjadi titik yang paling banyak disorot karena keduanya harus menerima tekanan dari mekanisme buka-tutup yang berlangsung terus-menerus.
Di antara komponen itu, layar bagian dalam sering dianggap paling rawan. Panelnya umumnya memakai ultra-thin glass dan screen protector, bukan kaca yang lebih kuat seperti pada smartphone standar.
Akibatnya, masalah layar menjadi keluhan paling serius pada foldable. Yang dilaporkan pengguna tidak hanya retak, tetapi juga screen protector yang terkelupas dan gangguan pada fungsi layar dalam.
Di forum daring, seorang pengguna bernama Jerky_san menggambarkan Galaxy Z Fold sebagai perangkat yang “luar biasa, tapi tidak untuk semua orang”. Ia menyebut pengalaman pada Fold 3 dan Fold 4, termasuk layar retak tanpa jatuh serta gangguan Bluetooth dan Wi-Fi.
Namun, pengalaman pengguna foldable tidak selalu sama. Ada juga pemilik yang merasa generasi baru jauh lebih meyakinkan untuk dipakai dalam jangka lebih panjang.
Pengguna Vlaun mengatakan Fold 5 miliknya telah dipakai hampir dua tahun dan masih terasa “rock solid”. Pengguna lain, bgf2414, mengaku Fold 5 miliknya tetap bertahan meski dipakai di lokasi konstruksi.
Perangkat itu disebut sempat beberapa kali jatuh ke beton, lumpur, hingga lubang air. Meski begitu, pengalaman positif semacam ini tidak menghapus risiko khas ponsel lipat.
Pengguna zorbyss melaporkan screen protector pada layar bagian dalam Fold 5 mulai terkelupas setelah sekitar 18 bulan. Setelah itu, muncul retak kecil yang menunjukkan bahwa komponen dalam tetap menjadi bagian yang sensitif.
Pola kerusakan juga terlihat dari pembahasan mengenai seri Galaxy Z Fold hingga Fold 6. Dalam analisis durability yang dibahas oleh pengguna Reddit bernama Macusercom, Fold 5 dan Fold 6 dinilai jauh lebih andal dibanding generasi ketiga dan keempat.
Data yang dibahas menunjukkan bahwa kerusakan serius seperti retak, terkelupas, dan patah cenderung muncul setelah tahun pertama. Puncaknya disebut berada di sekitar dua tahun, sehingga memperkuat anggapan bahwa usia pakai foldable masih lebih pendek daripada ponsel biasa.
Tanda awal lain yang ikut disorot adalah layar dalam yang tidak lagi bisa membuka benar-benar rata. Gejala ini menjadi sinyal bahwa mekanisme lipat mulai mengalami masalah dan perlu diperhatikan lebih cepat.
Di sisi lain, produsen terus menonjolkan ketahanan sebagai nilai jual utama. Samsung, Google, Motorola, Honor, dan merek lain sama-sama menampilkan klaim daya tahan pada model-model baru mereka.
Beberapa perangkat seperti Pixel 10 Pro Fold dan Honor Magic V6 menawarkan ketahanan air dan debu. Galaxy Z Fold 7 bahkan disebut memiliki panel lipat yang mampu bertahan hingga 500.000 kali lipatan.
Angka itu 2,5 kali lebih tinggi dibanding pendahulunya dan disebut sejalan dengan kompetitor di kelas foldable. Tambahan rangka logam yang kuat dan kaca pelindung yang lebih tahan pada layar luar juga membuat perangkat generasi baru terlihat lebih siap untuk penggunaan harian.
Meski begitu, banyak pemilik tetap menganggap proteksi tambahan sebagai kebutuhan. Harga foldable yang cenderung mahal membuat risiko kerusakan terasa lebih besar, terutama pada bagian layar yang menjadi pusat keunggulan sekaligus sumber masalah.
Samsung Care+ disebut mendapat apresiasi dari pengguna karena menawarkan penggantian screen protector gratis atau penggantian inner screen penuh seharga $29. Di pasar yang makin ketat, ketahanan kini bukan hanya soal spesifikasi, tetapi juga soal berapa lama layar lipat sanggup bertahan tanpa masalah serius.





