Banding NAC Breda Bisa Memicu Efek Domino, KNVB Khawatir Eredivisie Tak Selesai

Polemik status pemain naturalisasi kini berubah menjadi ancaman serius bagi Eredivisie. Di tengah gugatan NAC Breda, KNVB menyiapkan skenario terburuk karena putusan pengadilan berpotensi memicu rangkaian klaim dari banyak klub dan mengacaukan jalannya kompetisi.

Sorotan utama memang tertuju pada Dean James, bek Timnas Indonesia yang resmi menjadi warga negara Indonesia pada Maret 2025. Masalahnya, pendapatannya di Go Ahead Eagles dilaporkan belum mencapai ambang gaji minimal 600 ribu euro yang diwajibkan untuk pemain non-Uni Eropa.

Risiko efek domino di liga

Direktur KNVB Marianne van Leeuwen menilai perkara ini tidak berhenti pada satu klub. Ia menyebut Ajax Amsterdam dan Feyenoord Rotterdam sebagai dua contoh klub yang bisa ikut mengajukan klaim apabila pengadilan mengabulkan gugatan NAC Breda.

Menurut van Leeuwen, dampaknya dapat berkembang cepat karena banyak klub disebut sudah menyiapkan klaim. Ia bahkan menyebut situasi itu bisa berubah menjadi kekacauan hukum di tengah kompetisi yang masih berjalan.

KNVB juga menyoroti skenario ekstrem berupa pengulangan pertandingan dalam jumlah besar. Dalam perhitungan internal federasi, ada risiko 133 laga liga harus diulang jika persoalan izin kerja pemain non-Uni Eropa ikut menyeret banyak hasil pertandingan.

Waktu yang sangat sensitif

Masalah ini muncul saat kalender sepak bola internasional memasuki fase yang semakin padat menuju Piala Dunia 2026. Kondisi tersebut membuat ruang untuk menyelesaikan musim liga dengan normal menjadi semakin sempit.

Van Leeuwen menilai situasi itu dapat mengganggu penyelesaian musim Eredivisie secara keseluruhan. Ia bahkan membuka kemungkinan bahwa musim liga tidak bisa diselesaikan jika polemik ini melebar.

Di sisi hukum, pengacara KNVB Michiel van Dijk menjelaskan bahwa pengulangan pertandingan merupakan prosedur standar dalam aturan yang berlaku. Ia juga menegaskan bahwa alasan mengapa seorang pemain dianggap tidak layak tidak menjadi faktor utama dalam penanganan kasus seperti ini.

Dean James dan pemain lain ikut terseret

Dean James sendiri mengaku baru mengetahui adanya protes dari NAC Breda setelah dipanggil mendadak oleh manajemen klub. Ia mengatakan bahwa dirinya sedang berada di gym ketika Direktur klub Jan Willem van Dop memanggilnya untuk menjelaskan situasi itu.

Menurut James, ia sama sekali tidak tahu ada masalah sampai protes tersebut disampaikan kepadanya. Kasus ini membuat namanya ikut berada di tengah perdebatan yang lebih besar soal status kewarganegaraan dan kelayakan bermain di liga Belanda.

Persoalan yang sama juga disebut tidak hanya menyentuh Dean James. ESPN melaporkan sekitar 25 pemain lain dari negara seperti Suriname dan Tanjung Verde yang baru berganti kewarganegaraan tahun ini ikut terseret dalam diskusi legalitas yang sama.

Rekan setim Dean James di Timnas Indonesia, Justin Hubner, menanggapi situasi ini dengan nada tenang. Ia menegaskan bahwa para pemain tetap fokus menjalankan tugas untuk negara dan tidak selalu mengetahui urusan lain di luar lapangan.

Kritik dari klub dan jalan tengah yang dicari

Di tengah polemik, manajemen NEC Nijmegen melontarkan kritik kepada KNVB dan penyelenggara Eredivisie. Manajer Umum NEC Nijmegen Wilco van Schaik menilai klub-klub tidak mendapat pemberitahuan yang memadai mengenai perubahan aturan bagi pemain naturalisasi.

Van Schaik mengatakan tidak ada satu pun lembaga pemerintah yang memberi penjelasan soal hal itu dalam dua tahun terakhir. Ia juga menyesalkan tidak adanya surat resmi dari KNVB maupun Eredivisie mengenai kewajiban tambahan yang berlaku bagi pemain yang berpindah kewarganegaraan.

Sejumlah pemain sudah mendapat perlakuan khusus sebagai solusi sementara. Tjaronn Chery disebut telah memperoleh diskresi melalui cap khusus pada paspor, sementara penjaga gawang Etienne Vaessen mendorong adanya jalan tengah agar pemain tetap bisa berkarier di Eropa tanpa harus kehilangan ikatan dengan negara asal.

Nasib Eredivisie kini menunggu proses hukum NAC Breda di pengadilan Utrecht. Putusan final dijadwalkan dibacakan pada Senin (4/5/2026), dan hasilnya bisa menentukan apakah liga teratas Belanda tetap berjalan normal atau justru masuk ke fase krisis yang lebih dalam.

Exit mobile version