Babak Kedua Milik Persebaya, Arema Dibungkam 4-0 Dan Posisi Empat Besar Terjaga

Kemenangan besar Persebaya Surabaya atas Arema FC bukan hanya soal skor 4-0, tetapi juga soal cara tim ini menemukan momen terbaiknya. Setelah babak pertama berakhir tanpa gol, Bajul Ijo justru tampil jauh lebih tajam pada paruh kedua dan mengubah laga derbi di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, menjadi panggung milik mereka.

Perubahan tempo itu membuat Persebaya mampu menguasai jalannya pertandingan dengan lebih efisien. Tim asuhan Bernardo Tavares tidak terburu-buru, tetapi tahu kapan harus menyerang dan kapan menjaga ritme agar tekanan terus mengarah ke pertahanan Arema.

Rivera Jadi Penggerak Utama

Francisco Rivera tampil sebagai sosok paling menonjol dalam laga ini. Gelandang Persebaya tersebut mencetak dua gol dan satu assist, serta terus menjadi sumber ancaman utama setiap kali timnya membangun serangan.

Kontribusinya langsung terasa saat Persebaya membuka keunggulan pada menit ke-49. Serangan balik cepat yang dibangun tim hijau itu diakhiri Rivera setelah menerima umpan dari Mihailo Perovic, lalu menyelesaikannya dengan tenang untuk membuat skor berubah menjadi 1-0.

Gol itu menjadi titik perubahan permainan. Setelah unggul, Persebaya terlihat lebih percaya diri, sementara Arema mulai kesulitan mengejar intensitas serangan lawan yang terus meningkat.

Arema Gagal Memanfaatkan Peluang

Arema sempat mencoba membalas dengan cepat, tetapi upaya tersebut tidak menghasilkan gol sah. Sundulan Vinicius memang sempat membuat suasana laga berubah, namun wasit menganulirnya karena Jhon Alfarizi lebih dulu berada dalam posisi offside.

Keputusan itu ikut diperkuat oleh VAR. Dari situ, Arema kehilangan momentum untuk menekan balik dan justru makin terjebak dalam tempo permainan yang dikuasai Persebaya.

Situasi semakin sulit ketika Persebaya mendapat penalti pada menit ke-74. Rivera dijatuhkan Hansamu Yama di area terlarang, dan setelah pemeriksaan VAR, wasit Thoriq Alkatiri tetap menunjuk titik putih.

Gol Kedua Datang dari Bola Muntah

Bruno Moreira dipercaya sebagai eksekutor, tetapi sepakannya berhasil diblok kiper Lucas Frigeri. Bola muntah yang lepas kemudian disambar Jefferson Da Silva untuk membawa Persebaya menjauh 2-0.

Gol tersebut membuat arah pertandingan makin jelas. Arema kesulitan keluar dari tekanan, sedangkan Persebaya tampil lebih nyaman dalam mengatur serangan dan menjaga jarak keunggulan.

Perbedaan kualitas penyelesaian peluang menjadi salah satu pembeda utama. Saat Arema belum bisa mengubah peluang menjadi gol, Persebaya justru memaksimalkan situasi yang tersedia dengan sangat efektif.

Rivera Menutup Laga dengan Kelas

Persebaya tidak berhenti setelah unggul dua gol. Rivera kembali menunjukkan kualitasnya pada menit ke-82 lewat tendangan melengkung yang mengarah ke pojok gawang dan membuat skor berubah menjadi 3-0.

Aksi itu menegaskan perannya sebagai pembeda di laga besar. Selain mencetak gol, Rivera juga aktif mengalirkan bola dan membantu menjaga ancaman di lini depan agar Persebaya tetap berada dalam kontrol pertandingan.

Satu gol tambahan lahir pada menit ke-87 melalui Alfredo Tata. Ia menuntaskan umpan Rivera menjadi gol keempat Persebaya, sekaligus mengunci kemenangan telak atas rival tradisional mereka.

Dampak Besar untuk Klasemen

Hasil ini memberi arti penting bagi Persebaya dalam persaingan papan atas. Kemenangan atas Arema membawa Bajul Ijo menembus posisi empat besar dan menjaga langkah mereka tetap stabil dalam perebutan tempat teratas.

Bagi Arema FC, hasil tersebut menjadi pukulan yang sulit dihindari karena laga derbi justru gagal dimanfaatkan untuk memperbaiki posisi. Setelah kebobolan di babak kedua, Singo Edan terlihat semakin kesulitan mengembangkan permainan meski sempat memberi perlawanan pada awal laga.

Selain ketajaman, disiplin bertahan Persebaya juga menjadi faktor penting. Tim ini mampu menjaga struktur permainan dengan rapi, lalu memaksimalkan setiap peluang yang muncul hingga pertandingan berakhir dengan skor meyakinkan 4-0.

Baca Juga

Back to top button