Samsung membawa Audio Eraser di Galaxy S26 Series ke arah yang lebih praktis dengan pemrosesan audio real-time berbasis AI. Perubahan ini membuat pengguna bisa merapikan suara langsung saat konten diputar, tanpa perlu menunggu proses penyuntingan setelah rekaman selesai.
Langkah tersebut terasa relevan dengan kebiasaan menonton dan mendengar konten yang kini banyak bergantung pada streaming dan media sosial. Dalam situasi seperti itu, kemampuan untuk membersihkan audio secara cepat menjadi lebih berguna karena pengguna tidak harus mengunduh atau menyimpan konten terlebih dahulu.
Dari fitur edit ke pemroses aktif
Audio Eraser pertama kali hadir di Galaxy S25 Series sebagai alat untuk mengolah audio pada konten yang sudah tersimpan. Setelah itu, Samsung memperluas kemampuannya di Galaxy Z Fold7 dan Galaxy Z Flip7 dengan penyesuaian saat pemutaran di aplikasi bawaan seperti Gallery dan Voice Recorder.
Di Galaxy S26 Series, pendekatan itu naik kelas karena AI dipakai untuk memisahkan elemen suara secara instan. Sistemnya dirancang untuk mengenali suara manusia, musik, dan kebisingan latar, lalu menyesuaikan hasil audio sesuai kebutuhan pengguna.
Pemrosesan yang lebih cerdas saat konten berjalan
Samsung menempatkan sound engine berbasis AI sebagai dasar kerja fitur ini. Pemrosesan dilakukan secara dinamis dengan menganalisis spektrum frekuensi audio agar suara yang tidak diinginkan bisa ditekan, sementara elemen utama seperti dialog tetap terdengar jernih.
Pendekatan ini mengubah Audio Eraser dari sekadar fitur edit menjadi sistem pengelolaan audio yang aktif. Bagi pengguna, hasilnya adalah kontrol yang lebih cepat ketika sedang menikmati video di lingkungan yang ramai atau bising.
Akses dibuat lebih sederhana
Di Galaxy S26 Series, Samsung juga menyederhanakan cara mengaktifkan Audio Eraser. Fitur ini kini bisa dibuka langsung lewat Quick Panel tanpa harus meninggalkan konten yang sedang diputar.
Pengguna cukup menggeser layar dari sudut atas untuk membuka kontrol, lalu menyesuaikan parameter audio secara langsung. Dua pengaturan utama yang disediakan adalah “Strength” untuk menentukan tingkat pengurangan kebisingan dan “Voice Focus” untuk memperjelas suara percakapan dalam video.
Menjawab pola konsumsi konten modern
Pembaruan ini selaras dengan cara orang menikmati konten saat ini, yang makin sering berlangsung lewat platform OTT dan media sosial berbasis streaming. Dengan dukungan real-time, kebutuhan untuk merapikan audio setelah rekaman menjadi kurang relevan dibandingkan pengalaman mendengar yang langsung bersih saat itu juga.
Samsung sendiri terus mengintegrasikan AI ke berbagai fitur Galaxy, mulai dari kamera, pengolahan gambar, hingga audio. Di sisi itu, pengembangan Audio Eraser real-time memperlihatkan bahwa audio kini menjadi salah satu bagian penting dalam pengalaman multimedia di ponsel.
Bagi Samsung, pembaruan ini juga menjadi cara menambah nilai produk lewat diferensiasi berbasis teknologi. Dalam penggunaan harian, pengolahan suara di Galaxy S26 Series dibuat lebih cepat, lebih fleksibel, dan lebih dekat dengan kebutuhan pengguna mobile modern.
Source: selular.id