Barcelona tidak hanya mendekati Julián Álvarez, tetapi juga langsung menaikkan tekanan lewat tawaran besar kepada Atlético Madrid. Klub asal Catalan itu mengajukan proposal €100 juta atau sekitar Rp1,9 triliun untuk membuka jalan negosiasi, meski respons dari pihak Atlético masih belum lunak.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa Barcelona memandang Álvarez sebagai sosok penting dalam proyek baru Hansi Flick. Penyerang asal Argentina itu diproyeksikan untuk mengisi peran baru di lini depan setelah Robert Lewandowski pergi dari Camp Nou dengan status bebas transfer.
Barcelona incar penyerang yang serbabisa
Daya tarik Álvarez bagi Barcelona tidak hanya datang dari ketajamannya. Ia dinilai punya mobilitas tinggi, agresif dalam menekan lawan, dan mampu memberi variasi dalam serangan yang ingin dibangun Flick.
Profil seperti itu dianggap cocok dengan kebutuhan Blaugrana saat ini. Barcelona melihat Álvarez sebagai penyerang modern dengan paket yang lengkap, sehingga ia masuk daftar utama untuk memperkuat barisan depan.
Situasi di Atlético membuat peluang terbuka
Peluang Barcelona ikut terbantu oleh kondisi Álvarez di Atlético Madrid. Sang striker disebut sudah menunjukkan keinginan untuk hengkang dan juga menolak proposal perpanjangan kontrak dari klub ibu kota Spanyol itu.
Keadaan tersebut membuat pintu transfer sedikit lebih terbuka, meski prosesnya tetap tidak sederhana. Barcelona disebut menjadi klub yang paling agresif karena ingin bergerak lebih cepat sebelum pesaing lain masuk ke persaingan.
Tawaran awal ditolak, Barcelona naikkan proposal
Sebelum mengajukan tawaran resmi terbaru, Barcelona sempat mencoba pendekatan lain. Menurut Fabrizio Romano, proposal senilai €70 juta plus Ferran Torres langsung ditolak oleh Atlético Madrid.
Los Colchoneros menegaskan bahwa mereka hanya bersedia membuka pembicaraan jika tawaran datang dalam bentuk besar dan tanpa skema tukar tambah pemain. Karena itu, Barcelona kemudian mengubah strategi dengan mengajukan €100 juta murni tanpa opsi swap.
Atlético tetap bertahan pada harga tinggi
Meski angka tawaran sudah dinaikkan, Atlético Madrid belum bergeser dari sikap awalnya. Laporan media Spanyol, termasuk Marca, menyebut klub tersebut tidak akan mempertimbangkan proposal di bawah €150 juta atau sekitar Rp2,8 triliun.
Sikap itu sejalan dengan status Álvarez sebagai salah satu striker paling menonjol di Eropa saat ini. Atlético juga masih terikat kontrak jangka panjang dengan pemain berusia 26 tahun itu hingga 2030.
Pesaing juga mengintai
Barcelona belum bisa merasa aman dalam perburuan ini. Paris Saint-Germain dan Arsenal disebut siap memanfaatkan situasi apabila negosiasi dengan Atlético menemui jalan buntu.
Di tengah keterbatasan finansial, Barcelona berharap faktor personal bisa ikut membantu. Ketertarikan Álvarez bekerja di bawah Hansi Flick dan bergabung dalam proyek baru klub dinilai dapat menjadi nilai tambah dalam upaya mereka mendekatkan sang striker ke Camp Nou.
Source: www.medcom.id