ASUS ExpertBook Ultra mencoba memadukan mobilitas ekstrem dengan spesifikasi yang biasanya lebih dekat ke laptop kerja berat. Bobotnya dimulai dari 0,99 kg, tetapi perangkat ini membawa CPU generasi terbaru, GPU bertenaga tinggi, dan NPU canggih dalam satu platform komputasi AI heterogen.
Pendekatan itu membuat laptop bisnis 14 inci ini tidak sekadar ringan dibawa, tetapi juga disiapkan untuk alur kerja modern yang makin bergantung pada AI dan keamanan tingkat enterprise. ASUS bahkan menyebut dimensinya sebagai footprint terkecil di dunia, dengan profil 10,9 mm dan ukuran 309,1 x 208,7 mm.
Bodi tipis yang tetap dirancang tangguh
Untuk menjaga bobot tetap rendah, ASUS memakai paduan magnesium-aluminium AZ31B kelas kedirgantaraan. Material ini diklaim membuat sasis 34 persen lebih ringan, tanpa mengorbankan kesan kokoh yang dibutuhkan perangkat bisnis.
Lapisan Plasma Electrolytic Oxidation dan keramik nano juga digunakan pada bagian luar. Kombinasi itu disebut memberi kekerasan 9H dan ketahanan gores lima kali lebih baik dibanding standar industri.
Soal daya tahan, baterai 70Wh menjadi salah satu poin penting. ASUS mengklaim perangkat ini mampu bertahan hingga 26 jam dan bisa terisi 50 persen hanya dalam 30 menit.
Performa yang disetel untuk beban kerja serius
Di bagian inti, ASUS menempatkan Intel Core Ultra X9 388H Series 3 berarsitektur 16-core sebagai pusat pemrosesan. Beban kerja dibagi ke CPU, GPU, dan NPU agar sistem tetap responsif saat menangani tugas berat.
Sistem pendingin ExpertCool Pro menjaga TDP stabil di 50W tanpa batas waktu. ASUS juga menyebut mode Whisper bisa menjaga operasi tetap di bawah 20dB, sementara klaim performa itu disebut lebih dari dua kali lipat dibanding batas 20W milik kompetitor.
Untuk grafis, laptop ini mengandalkan Intel Arc B390 terintegrasi. Dalam benchmark 3DMark Time Spy, GPU tersebut disebut melampaui NVIDIA RTX 4050 diskrit hingga 35 persen.
Penyimpanan juga tidak dibuat biasa-biasa saja. SSD PCIe Gen 5 x4 berkapasitas 2TB diklaim mampu mencapai kecepatan baca 14.090 MB/s.
Memori besar dan pemrosesan AI lokal
Demi menopang pekerjaan berbasis AI, ASUS membekali RAM LPDDR5X 64GB dengan kecepatan 9600 MT/s. Bandwidth memori ini disebut 50 persen lebih tinggi dari kompetitor.
NPU 50 TOPS ikut memperkuat platform tersebut, sehingga total kemampuan pemrosesan AI lokal mencapai 180 TOPS. Dengan begitu, berbagai tugas AI bisa berjalan tanpa bergantung pada latensi cloud.
Layar yang dipakai juga berada di level premium. Panel Tandem OLED 3K 14 inci ini diklaim tiga kali lebih terang dari OLED biasa dan 40 persen lebih hemat daya.
Layar tersebut mendukung kecerahan puncak 1.400 nits, cakupan 100 persen DCI-P3, akurasi Delta E di bawah 1, refresh rate 30-120Hz, serta sertifikasi VESA DisplayHDR True Black 1000. ASUS menambahkan teknologi nano-etching dan Gorilla Glass Victus untuk mengurangi silau, dengan tingkat silau disebut hanya 19 GU atau sekitar 80 persen lebih rendah dari kompetitor.
Fokus pada rapat, konektivitas, dan kenyamanan kerja
Penggunaan harian juga mendapat perhatian melalui audio Dolby Atmos 6-speaker dengan volume puncak 95dB. Ada pula mikrofon AI VoicePrint, keyboard dengan key travel 1,5 mm, dan touchpad kaca haptic seluas 110 cm² dengan enam sensor gaya independen.
Untuk konektivitas, laptop ini menyediakan dua Thunderbolt 4, dua USB-A 3.2 Gen2, HDMI 2.1, dan audio jack di kedua sisi. Di sisi nirkabel, ExpertBook Ultra memakai Wi-Fi 7 dengan teknologi antena LDS yang diklaim meningkatkan efisiensi sinyal 43 persen.
ASUS juga menanamkan suite MyExpert AI yang berjalan on-device tanpa biaya berlangganan. Paket ini mencakup ExpertMeet untuk transkripsi dan rangkuman rapat otomatis, Knowledge Hub untuk mengubah dokumen lokal menjadi basis pengetahuan, serta File Search untuk pencarian berbasis konteks di penyimpanan lokal maupun cloud.
Ada pula ExpertLumi yang menampilkan cahaya sambutan saat booting, login, dan shutdown. Fitur lain seperti indikator LED Mic/Mute, kontrol volume lewat gestur touchpad, Auto-Presence Lock, dan engsel satu tangan ditujukan untuk mengurangi gangguan kecil saat bekerja.
Keamanan enterprise dan pengujian ketahanan
Di sisi keamanan, ASUS mengandalkan ExpertGuardian dengan kepatuhan NIST SP 800-193. Perangkat ini juga membawa ASUS Security Processor, dual BIOS ROM self-healing, TPM 2.0 bersertifikat FIPS 140-2, Microsoft Pluton, sensor sidik jari Match-on-Chip, Windows Hello IR, penutup privasi webcam fisik, deteksi intrusi sasis, dan sertifikasi Microsoft Secured-Core PC.
Untuk perlindungan data, tersedia SSD Opal 2.0 Self-Encrypting Drive. ASUS menempatkan keamanan sebagai fondasi penting untuk penggunaan bisnis yang menuntut kontrol dan perlindungan lebih ketat.
Ketahanannya juga diuji lewat 24 prosedur MIL-STD-810H di 11 kategori. Pengujiannya mencakup ketinggian 15.000 kaki, suhu ekstrem dari -51°C hingga 60°C, benturan 40G, dan kelembapan 95 persen.
Selain itu, ASUS menyebut ada 157 pengujian internal, termasuk 50.000 siklus buka-tutup engsel, 60.000 siklus gosok sasis, dan 250.000 siklus gosok keycap. Untuk kebutuhan bisnis jangka panjang, ASUS juga menawarkan garansi hingga 5 tahun dengan layanan on-site hari kerja berikutnya, serta dukungan pengisian daya 5V-20V via Type-C dan sertifikasi EPEAT Climate Gold serta standar EU PEF.
Source: www.idntimes.com