ASUS kembali menegaskan arah barunya di pasar laptop Indonesia lewat deretan Copilot+ PC yang semakin menempatkan AI sebagai bagian inti perangkat. Sorotan terbesar tentu datang dari Zenbook DUO UX8407AA, model yang langsung menarik perhatian karena membawa dua layar sekaligus dan ditujukan untuk pengguna yang butuh kerja lebih lincah.
Langkah ini menunjukkan bahwa persaingan laptop AI tidak lagi sekadar soal prosesor baru. ASUS juga mendorong fitur yang bisa berjalan langsung di perangkat, sehingga pengalaman pakai terasa lebih praktis untuk kerja, kreasi, dan mobilitas harian.
Zenbook DUO jadi pusat perhatian
Zenbook DUO UX8407AA hadir dengan dua layar sentuh ASUS Lumina Pro OLED 14 inci beresolusi 3K dan refresh rate 144Hz. ASUS juga memangkas jarak antarlayar hingga 70 persen dibanding pendahulunya, sementara bezel dibuat lebih tipis agar tampilan layar ganda terasa lebih luas dan rapi.
Perangkat ini memakai Intel Core Ultra 9 386H. ASUS menyebut total performa AI-nya mencapai 180 platform TOPS, angka yang memperkuat posisinya sebagai model paling menonjol di jajaran baru ini.
Untuk kebutuhan harian, laptop ini dilengkapi enam speaker Dolby Atmos dan baterai ganda 99Wh. Di Indonesia, harga Zenbook DUO dipatok Rp 54.999.000.
AI tidak berhenti di satu model
Selain Zenbook DUO, ASUS memperluas pendekatan AI ke lini lain dengan menghadirkan perangkat berbasis Intel Core Ultra Series 3 dan AMD Ryzen AI 400 series. Semua perangkat itu dirancang untuk menjalankan fitur AI generatif langsung di sistem.
ASUS menyebut kemampuan NPU pada lini baru tersebut bisa mencapai 50 TOPS. Dengan pendekatan ini, perusahaan tidak hanya bermain di kelas premium, tetapi juga mendorong kemampuan komputasi AI yang lebih kuat di berbagai segmen.
Country Manager ASUS Indonesia, Lenny Lin, menegaskan bahwa AI sudah menjadi bagian penting dari cara pengguna berinteraksi dengan perangkat. Ia menyampaikan bahwa AI bukan lagi pelengkap, melainkan bagian yang tidak terpisahkan dari pengalaman memakai laptop.
Asisten lokal tanpa internet
ASUS juga memperkenalkan Omni Virtual Assistant sebagai asisten kecerdasan buatan lokal. Fitur ini dapat berjalan tanpa koneksi internet, sehingga menambah nilai praktis untuk kebutuhan sehari-hari.
Kehadiran asisten lokal itu membuat strategi ASUS terasa lebih menyeluruh. Bukan hanya menghadirkan perangkat dengan tenaga AI tinggi, tetapi juga menyediakan fitur yang langsung bisa dipakai dalam aktivitas pengguna.
Zenbook S dan Vivobook ikut dibarui
Di kelas tipis premium, ASUS menyiapkan Zenbook S14 OLED dan Zenbook S16 OLED. Keduanya membawa bodi ultra-tipis setebal 1,1 cm dengan material Ceraluminum serta layar Lumina OLED 3K 120Hz.
Zenbook S14 mengandalkan Intel Core Ultra 9 386H, sedangkan Zenbook S16 memakai AMD Ryzen AI 9 465. Pilihan ini menunjukkan ASUS memberi jalur platform yang berbeda tanpa mengubah fokus pada AI.
Untuk pasar yang lebih luas, ASUS merilis Vivobook S14 dengan desain dual metal chassis dan daya tahan baterai lebih dari 20 jam. Laptop ini tersedia dalam pilihan Intel Core Ultra 7 355 atau AMD Ryzen AI 7 445, dengan performa AI yang disebut mencapai hingga 49 TOPS.
ASUS juga menghadirkan Vivobook 14 Flip OLED sebagai opsi convertible. Model ini memakai engsel 360 derajat dan mendukung stylus ASUS Pen 3.0, sehingga melengkapi jajaran baru dari kelas premium hingga mainstream dengan pendekatan yang sama: AI dan desain fleksibel untuk lebih banyak tipe pengguna.





