Sanksi terbaru Amerika Serikat terhadap ekosistem kripto Iran tidak hanya mengincar satu bursa besar, tetapi juga jaringan yang menopang arus uang di baliknya. Dalam langkah yang lebih luas, Departemen Keuangan AS menyorot Nobitex bersama tiga platform lain yang dinilai terhubung dengan pendanaan terorisme dan upaya menghindari sanksi.
Kantor Pengawasan Aset Asing atau OFAC menyebut Nobitex berperan dalam memfasilitasi aliran dana yang terkait dengan aktivitas teror Iran, transaksi yang berhubungan dengan Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC, serta upaya untuk lolos dari sanksi. Treasury juga menuduh platform itu membantu jaringan ransomware yang berafiliasi dengan IRGC, sehingga posisi Nobitex berubah dari sekadar bursa digital menjadi fokus utama penindakan.
Sorotan terhadap Nobitex menjadi besar karena lembaga itu menilai platform tersebut memproses lebih dari 50% seluruh arus masuk aset digital Iran pada 2025. Selain itu, Treasury menyebut Nobitex membantu Bank Sentral Iran mengakses ratusan juta dolar dalam stablecoin untuk menopang nilai rial yang terus melemah.
Penindakan ini kemudian menjalar ke bursa lain yang masih berada di ekosistem yang sama. Wallex, yang disebut sebagai bursa kripto terbesar kedua di Iran berdasarkan volume, dikaitkan dengan 12% arus masuk aset digital Iran pada 2025.
Bitpin juga masuk dalam daftar sanksi karena memiliki investor yang dilaporkan terkait dengan upaya penghindaran sanksi Iran. Sementara itu, Ramzinex, bursa berbasis di Teheran yang berdiri pada 2018, disebut telah memproses transaksi lebih dari $2.45 miliar.
Sanksi juga menyentuh orang-orang di balik Nobitex
Langkah Departemen Keuangan AS tidak berhenti pada perusahaan. Treasury juga menjatuhkan sanksi kepada empat individu yang terkait dengan Nobitex, termasuk para pendiri dan eksekutifnya.
Salah satunya adalah ketua sekaligus salah satu pendiri, Amir Hossein Rad, yang disebut membantu memulihkan operasi setelah peretasan senilai $90 juta pada Juni 2025. Dua pendiri lain, Seyed Mohammad Ali Aghamir dan Seyed Mohammad Aghamir Mohammad Ali, disebut sebagai anggota keluarga Kharrazi yang merupakan bagian dari lingkaran dalam Pemimpin Tertinggi Khamenei.
CEO Nobitex saat ini, Seyed Ali Khoee, juga ikut ditetapkan. Ia sebelumnya menjabat sebagai direktur produk dan pemasaran di perusahaan tersebut.
Tekanan yang meningkat ini memperlihatkan bagaimana Washington kini menargetkan bukan hanya platform kripto Iran, tetapi juga struktur yang menjaga operasi tetap berjalan. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari kampanye Treasury yang lebih luas untuk membatasi jalur keuangan Iran, baik melalui sistem perbankan maupun aset digital.
Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan pekan lalu bahwa departemennya telah menyita sekitar $1 miliar dalam bentuk cryptocurrency dari bursa dan dompet Iran sejak kampanye penegakan dimulai. Pada pekan yang sama, Tether juga membekukan $344.2 juta dalam stablecoin yang disimpan di dua dompet yang dikaitkan dengan Bank Sentral Iran.
Bessent menegaskan Treasury akan terus melacak pergerakan uang untuk mencegah rezim Iran mengembangkan senjata nuklir. Dengan sanksi yang kini menjangkau bursa, pendiri, hingga eksekutif, tekanan AS terhadap jalur kripto Iran tampak semakin terfokus dan makin dalam.





