Tekanan besar menunggu Peñarol saat mereka melawat ke markas Corinthians, dan tumpuan utama langsung mengarah ke Matías Arezo. Di tengah situasi grup E Copa Libertadores yang menuntut hasil cepat, penyerang berusia 23 tahun itu dipandang sebagai sosok yang paling mungkin menjaga peluang tim Uruguay tersebut tetap hidup.
Peñarol datang ke laga pekan ketiga dengan modal yang belum ideal. Mereka baru mengoleksi satu poin dari dua pertandingan awal, sehingga setiap hasil di Brasil punya arti besar bagi perburuan tiket ke fase gugur.
Arezo jadi ujung tombak harapan
Diego Aguirre menempatkan Arezo sebagai andalan utama di lini depan untuk menghadapi tekanan di kandang lawan. Keputusan itu masuk akal jika melihat ketajaman sang striker sepanjang musim ini bersama Peñarol, dengan delapan gol dari 15 pertandingan.
Produktivitas Arezo juga terjaga sejak kembali memperkuat klub. Dalam periode keduanya bersama Peñarol, eks pemain Grêmio itu sudah mencatat 20 gol dan empat assist dari 39 penampilan.
Catatan tersebut membuat Arezo tetap menjadi ancaman terbesar di skuad Carbonero. Ia juga pernah menunjukkan performa tinggi pada musim 2023, saat menutup musim dengan kontribusi 22 gol tim melalui 21 gol dan satu assist dari 40 laga.
Kehilangan penting di lini tengah
Masalah Peñarol tidak berhenti pada ketajaman di depan. Leo Fernández belum masuk daftar pemain yang dibawa untuk laga ini, dan absennya gelandang tersebut menjadi kehilangan besar bagi tim.
Fernández punya peran yang sulit digantikan sejak bergabung pada 2024. Ia terlibat dalam 73 gol dari 107 pertandingan, sehingga pengaruhnya di lini tengah sangat terasa dalam permainan Peñarol.
Kondisinya juga belum memungkinkan untuk kembali tampil sejak laga melawan Santa Fe pada 9 April. Tanpa dirinya, Aguirre harus mencari susunan yang mampu menjaga keseimbangan tim saat menghadapi Corinthians.
Situasi grup makin menekan
Beban Peñarol semakin berat karena posisi mereka di klasemen belum aman. Di sisi lain, Platense sudah mengamankan posisi kedua dengan enam poin setelah menaklukkan Santa Fe, sehingga ruang gerak tim Uruguay itu kian sempit.
Karena itu, laga di Brasil bukan hanya soal meraih poin, tetapi juga soal mempertahankan peluang bertahan di persaingan grup E. Peñarol membutuhkan efisiensi tinggi agar tidak kehilangan kesempatan lebih cepat dari yang diharapkan.
Corinthians jelas bukan lawan yang mudah di kandang sendiri. Dalam situasi seperti ini, Peñarol perlu menemukan ritme permainan yang stabil sejak awal agar tidak terus tertekan sepanjang pertandingan.
Dengan Fernández absen dan beban serangan ada di pundak Arezo, Peñarol harus mengandalkan efektivitas di momen-momen penting. Jika Arezo kembali tajam, peluang untuk membawa pulang hasil yang menjaga asa Libertadores masih terbuka.





