Ancelotti Bawa Harapan Baru Brasil, Mampukah Trofi Piala Dunia Kembali Setelah 24 Tahun?

Dorongan terbesar Brasil menuju Piala Dunia 2026 bukan hanya soal tradisi panjang mereka di panggung ini, tetapi juga tentang kesempatan memutus puasa gelar yang sudah berjalan sejak 2002. Di saat ekspektasi publik tetap tinggi, Seleção datang dengan wajah baru di kursi pelatih dan skuad yang memadukan pemain senior dengan talenta muda.

Keadaan itu membuat Brasil kembali jadi pusat perhatian karena mereka tetap memegang status sebagai tim paling sukses dalam sejarah Piala Dunia. Lima gelar yang mereka raih pada 1958, 1962, 1970, 1994, dan 2002 belum mampu dikejar negara lain.

Di atas kertas, warisan Brasil di turnamen ini juga sangat kuat. Mereka menjadi satu-satunya negara yang selalu tampil di setiap edisi Piala Dunia sejak 1930, dan keikutsertaan di 2026 akan menjadi penampilan ke-23 secara beruntun.

Sejarah panjang Brasil di Piala Dunia memberi alasan tambahan untuk melihat turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko sebagai momen penting. Negeri Samba pernah menunggu 24 tahun sebelum akhirnya juara pada 1994 di Amerika Serikat, dan catatan itu kini kembali dipandang sebagai gambaran bahwa penantian panjang tidak selalu berakhir tanpa trofi.

Secara keseluruhan, Brasil sudah memainkan 114 pertandingan di Piala Dunia. Dari jumlah itu, mereka mencatat 76 kemenangan, 19 hasil imbang, dan 19 kekalahan, dengan torehan 237 gol serta 108 kali kebobolan.

Nama Brasil juga tak bisa dilepaskan dari edisi 1970 di Meksiko. Tim yang diperkuat Pelé, Jairzinho, Tostão, dan Rivellino itu menyapu bersih seluruh laga sebelum menutup turnamen dengan kemenangan 4-1 atas Italia di final.

Di luar Piala Dunia, prestasi Brasil tetap menunjukkan posisi mereka sebagai kekuatan besar sepak bola internasional. Mereka sudah mengoleksi sembilan gelar Copa América dan empat trofi Piala Konfederasi FIFA.

Sejumlah catatan individu ikut mempertebal identitas besar itu. Ronaldo Nazário menjadi pencetak gol terbanyak Brasil di Piala Dunia dengan 15 gol, sedangkan Cafu memegang rekor penampilan terbanyak bersama Seleção di ajang itu dengan 20 pertandingan.

Piala Dunia 2026 juga menjadi babak baru karena Brasil tampil di bawah arahan Carlo Ancelotti untuk pertama kalinya dengan pelatih asing. Ancelotti menjadi pelatih non-Brasil pertama yang mendampingi tim di Piala Dunia, dan kehadirannya membawa ekspektasi tinggi.

Rekam jejak pelatih asal Italia itu menjadi alasan utama mengapa banyak perhatian tertuju kepadanya. Sepanjang kariernya, Ancelotti sudah mengoleksi 36 trofi, termasuk lima gelar Liga Champions, sehingga pengalamannya dianggap dapat memberi ketenangan tambahan bagi skuad Brasil.

Di tengah proyek itu, Ancelotti juga mulai menyeimbangkan unsur pengalaman dan darah baru. Neymar kembali dipanggil setelah lama absen akibat cedera lutut dan hamstring sejak 2023, dan pemain Santos itu berpotensi tampil di Piala Dunia keempatnya setelah edisi 2014, 2018, dan 2022.

Kembalinya Neymar menjadi sorotan karena ia masih tercatat sebagai salah satu figur terpenting dalam sejarah timnas Brasil. Dari 128 pertandingan internasional, ia sudah mencetak 79 gol.

Brasil tetap punya banyak nama berpengalaman untuk menopang ambisi besar itu. Casemiro, Marquinhos, dan Alisson masuk dalam kelompok pemain yang diandalkan, sementara Vinicius Junior dan Endrick diproyeksikan menjadi wajah masa depan tim.

Kedalaman skuad Brasil terlihat merata di semua lini. Di posisi kiper ada Alisson Becker, Ederson Moraes, dan Weverton, sedangkan lini belakang diisi Marquinhos, Gabriel Magalhaes, Alex Sandro, Bremer, Danilo, Douglas Santos, Gabriel Ibanez, Leo Pereira, dan Wesley.

Pada lini tengah, Brasil memiliki Casemiro, Lucas Paqueta, Bruno Guimaraes, Fabinho, dan Danilo dos Santos. Di sektor serang, pilihan mereka meliputi Neymar Junior, Vinicius Junior, Raphinha, Gabriel Martinelli, Endrick, Igor Thiago, Luis Henrique, Matheus Cunha, dan Rayan.

Grup C akan menjadi tahap awal yang menentukan bagi Brasil. Mereka satu grup dengan Maroko, Haiti, dan Skotlandia, sehingga konsentrasi sejak laga pertama akan sangat penting untuk membangun momentum.

Brasil dijadwalkan memulai perjalanan melawan Maroko di New York New Jersey Stadium pada 14 Juni 2026 pukul 05.00 WIB. Setelah itu, mereka bertemu Haiti di Philadelphia Stadium pada 20 Juni 2026 pukul 07.30 WIB, lalu menutup fase grup menghadapi Skotlandia di Miami Stadium pada 25 Juni 2026 pukul 05.00 WIB.

Rangkaian itu akan menjadi ujian awal untuk melihat apakah sejarah panjang Brasil, kedalaman skuad, dan sentuhan Ancelotti cukup untuk membawa mereka kembali bersaing di puncak sepak bola dunia.

Source: www.beritasatu.com

Baca Juga

Back to top button