Ameena Belajar di TPQ Dekat Rumah, Cara Aurel Menanamkan Rasa Sederhana Sejak Dini

Pilihan Aurel Hermansyah dan Atta Halilintar dalam mendidik Ameena menarik perhatian karena terasa sangat membumi. Di tengah kehidupan keluarga selebritas yang serba dikenal publik, mereka justru memilih jalur yang sederhana agar putri mereka tumbuh tanpa rasa berbeda dari anak-anak lain.

Salah satu keputusan yang paling disorot adalah memasukkan Ameena ke TPQ biasa di dekat rumah, bukan memakai pengajar privat di rumah. Langkah itu dipilih agar Ameena bisa belajar agama sambil tetap berbaur dengan lingkungan sekitar.

Bagi Aurel, kebiasaan seperti ini penting untuk membentuk karakter sejak dini. Ia ingin anaknya terbiasa hidup wajar, tidak membawa jarak sosial ke dalam pergaulan, dan nyaman bertemu siapa saja dalam keseharian.

Dalam siniar bersama Nikita Willy, Aurel menjelaskan bahwa Ameena sudah mempelajari sejumlah doa dan surah pendek. Di antaranya adalah Al-Ikhlas, doa makan, dan doa perjalanan.

Belajar agama di rumah tetap berjalan bersama pengasuh, tetapi rutinitas Ameena tidak berhenti di situ. Ia juga rutin mengaji di TPQ dekat rumah sebanyak tiga kali seminggu, sehingga proses belajarnya berlangsung lebih natural.

Pola ini membuat Ameena tidak hanya menerima pelajaran dari rumah, tetapi juga punya kesempatan berinteraksi langsung dengan anak-anak lain. Dari sana, pendidikan agama berjalan bersamaan dengan pengalaman sosial yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Aurel menegaskan bahwa pilihan tersebut juga terkait dengan cara ia melihat pergaulan anak. Ia tidak ingin Ameena tumbuh dengan kesadaran berlebihan soal status keluarga, apalagi sampai merasa harus berbeda dari teman-temannya.

“aku enggak mau dia merasa aku anak ini loh, aku anaknya ini loh. Jadi aku mau dia harus main sama siapa pun dan enggak boleh pilih-pilih teman,” kata Aurel. Pernyataan itu memperlihatkan dorongan kuat agar Ameena belajar rendah hati sejak kecil.

Dari situ terlihat bahwa Aurel dan Atta ingin Ameena nyaman bergaul tanpa sekat sosial. Mereka memberi ruang bagi sang anak untuk berteman dengan siapa saja, baik saat bermain maupun saat belajar.

Pendekatan seperti ini juga membuka kesempatan bagi Ameena untuk belajar empati. Saat terbiasa melihat beragam latar belakang teman, anak lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang berbeda-beda.

Respons warganet terhadap pengasuhan itu cenderung positif. Banyak yang menilai cara Aurel mengajarkan agama dan pergaulan sekaligus merupakan contoh pola asuh yang seimbang.

Ada pula komentar yang menyebut Aurel sebagai ibu yang mengajarkan nilai hablu minannas sejak dini. Sementara itu, sebagian warganet melihat keputusan mengirim Ameena ke TPQ biasa sebagai tanda bahwa anak dibiasakan untuk berbaur, bukan dijauhkan dari lingkungan sekitar.

Cara ini menunjukkan bahwa pendidikan yang diberikan tidak berhenti pada hafalan doa dan surah pendek. Di saat yang sama, Aurel dan Atta juga menekankan sikap sederhana, terbuka, dan tidak membedakan teman berdasarkan status sosial.

Source: www.beritasatu.com
Exit mobile version