Amazfit Balance 3 tampil sebagai smartwatch premium yang mencoba menonjol lewat dua hal yang paling terasa dalam pemakaian harian: layar yang sangat terang dan baterai yang sangat awet. Perpaduan ini membuat perangkat tersebut terlihat serius menyasar pengguna yang aktif di luar ruangan sekaligus membutuhkan jam tangan yang tidak cepat habis daya.
Di tengah pasar wearable yang semakin padat, Amazfit memilih memperkuat sektor yang langsung dirasakan pengguna, bukan sekadar mengejar tampilan mewah. Balance 3 hadir dengan fokus pada visibilitas layar, ketahanan bodi, pemantauan kesehatan, navigasi, dan daya tahan baterai yang panjang.
Layar terang untuk kondisi luar ruangan
Bagian yang paling mudah menarik perhatian ada pada layar AMOLED 1,5 inci dengan kecerahan puncak 3.000 nits. Angka ini membuat tampilan tetap mudah dibaca saat dipakai di bawah sinar matahari langsung, sehingga cocok untuk aktivitas luar ruang yang intens.
Amazfit juga melindungi panel tersebut dengan kaca kristal safir yang lebih tahan gores. Dengan kombinasi ini, Balance 3 tidak hanya mengandalkan tampilan terang, tetapi juga perlindungan yang lebih kuat untuk pemakaian harian.
Bodi besar, material premium, dan tahan air
Secara fisik, Balance 3 hadir dengan casing berdiameter 51,4 mm dan ketebalan 14,6 mm. Varian awal memakai material stainless steel dengan bobot sekitar 62 gram, sementara varian titanium dibuat lebih ringan dengan bobot sekitar 55 gram.
Untuk ketahanan, perangkat ini membawa sertifikasi 10ATM. Artinya, smartwatch tersebut aman dipakai untuk berenang hingga aktivitas menyelam rekreasi, sehingga lebih fleksibel untuk pengguna yang rutin beraktivitas di air maupun di luar ruangan.
Kesehatan dipantau sepanjang hari
Amazfit menempatkan pemantauan kesehatan sebagai salah satu fitur utama pada Balance 3. Lewat teknologi HybridCharge Energy Intelligence, jam tangan ini memantau stres, kualitas tidur, beban latihan, dan proses pemulihan tubuh untuk membantu pengguna menentukan waktu berolahraga atau beristirahat.
Pemantauan berlangsung 24 jam penuh. Perangkat ini juga memeriksa detak jantung secara real-time, kadar oksigen darah atau SpO2, suhu kulit, serta tingkat stres harian, lalu mengirim notifikasi jika terdeteksi kondisi tertentu seperti detak jantung tidak normal atau kadar oksigen darah yang terlalu rendah.
Lebih dari 180 mode olahraga
Untuk kebutuhan latihan, Balance 3 menyediakan lebih dari 180 mode olahraga. Pilihannya mencakup lari, bersepeda, berenang, hingga berbagai olahraga kebugaran modern yang umum dipakai pengguna aktif.
Amazfit juga memberikan dukungan khusus untuk komunitas HYROX. Pengguna bisa memanfaatkan program latihan khusus, simulasi kecepatan, dan panduan yang dirancang untuk membantu performa saat mengikuti kompetisi tersebut.
Navigasi dan fitur harian yang lebih lengkap
Di sisi navigasi, Balance 3 mengandalkan GPS dual-band agar akurasi lokasi lebih baik. Amazfit menambahkan peta offline dan navigasi belok demi belok, yang berguna saat trekking, trail running, atau bersepeda jarak jauh.
Jika pengguna keluar dari rute, sistem dapat menyesuaikan arah perjalanan agar tetap sesuai tujuan. Fitur ini membuat jam tangan terasa lebih siap dipakai sebagai alat bantu navigasi, bukan hanya pelacak olahraga.
Untuk kebutuhan harian, smartwatch ini juga dilengkapi speaker dan mikrofon internal. Pengguna bisa melakukan panggilan Bluetooth langsung dari pergelangan tangan, sementara NFC tersedia untuk menyimpan kartu digital tertentu.
Baterai menjadi nilai jual paling kuat
Salah satu daya tarik terbesar Balance 3 ada pada baterai 658mAh yang diklaim mampu bertahan hingga 21 hari dalam penggunaan normal. Saat fitur Always-On Display aktif, daya tahannya turun menjadi sekitar tujuh hari, namun angka tersebut masih tergolong kuat untuk smartwatch AMOLED dengan layar besar dan fitur lengkap.
Saat ini, Amazfit Balance 3 sudah bisa dipesan lebih dulu di pasar Amerika Serikat dengan harga 369,99 dolar AS atau sekitar Rp6 jutaan. Pengiriman perdana dijadwalkan mulai pertengahan Juni 2026.




