Kasus peretasan akun Instagram Ahmad Dhani kini berkembang menjadi urusan pidana yang serius. Akun yang semestinya menjadi ruang komunikasi pribadi justru dipakai pihak tak bertanggung jawab untuk menawarkan emas dan iPhone dengan harga tidak wajar, lalu memunculkan korban dalam jumlah lebih dari satu.
Langkah hukum pun sudah ditempuh ke Polres Metro Jakarta Selatan. Pihak Ahmad Dhani menilai perkara ini harus dibuka sampai tuntas, bukan hanya karena ada kerugian uang, tetapi juga karena nama baiknya ikut terseret dalam modus penipuan tersebut.
Akun terverifikasi dimanfaatkan untuk meyakinkan korban
Modus yang dipakai pelaku bertumpu pada satu hal yang sangat krusial, yaitu status akun Ahmad Dhani yang sudah terverifikasi. Menurut kuasa hukumnya, Aldwin Rahadian, tanda verifikasi itu membuat unggahan penjualan terlihat meyakinkan bagi publik.
Pelaku disebut memanfaatkan kepercayaan yang muncul dari tampilan akun tersebut untuk menawarkan jual beli emas dengan harga jauh di bawah pasar. Dari sana, calon korban dibuat percaya seolah-olah transaksi itu benar-benar berasal dari pemilik akun.
Aldwin menegaskan bahwa cara itu memang berbahaya karena orang cenderung tidak curiga ketika melihat akun yang sudah terverifikasi. Dalam keterangan yang dikutip dari Metrotvnews.com, ia menyebut wajar bila banyak orang percaya karena akun itu tampak resmi.
Korban sudah muncul dan kerugiannya mencapai puluhan juta
Peretasan akun itu tidak berhenti pada percobaan penipuan semata. Hingga kini, setidaknya tiga korban sudah teridentifikasi akibat unggahan yang muncul saat akun berada dalam kendali pihak lain.
Kerugian yang dilaporkan mencapai puluhan juta rupiah. Karena itu, tim Ahmad Dhani menilai kasus ini tidak bisa dibiarkan dan perlu diproses agar para korban mendapat kejelasan.
Aldwin juga mengatakan Ahmad Dhani merasa punya tanggung jawab moral untuk ikut memastikan kasus ini diusut sampai selesai. Di saat yang sama, langkah hukum dianggap penting agar nama baiknya tidak terus tercoreng oleh penyalahgunaan akun digital miliknya.
Peretasan berlangsung dalam rentang waktu pagi hingga siang
Menurut penjelasan kuasa hukum, akses ilegal terhadap akun itu berlangsung pada rentang pagi hingga siang. Dalam masa singkat itu, akun sudah cukup lama berada di tangan pihak yang tidak berhak untuk menebar tawaran yang menyesatkan.
Situasi ini menunjukkan betapa cepatnya akun media sosial bisa disalahgunakan ketika akses berhasil diambil alih. Dalam kasus Ahmad Dhani, dampaknya langsung meluas karena akun tersebut sudah memiliki tanda verifikasi dan tampak meyakinkan bagi pengguna lain.
Polisi menelusuri pelaku sekaligus korban
Laporan yang telah masuk ke kepolisian mengarah pada dugaan akses ilegal atau peretasan akun digital. Setelah proses awal berjalan, penyidik akan memeriksa saksi, menelaah berita acara, dan menerima barang bukti yang disiapkan tim kuasa hukum.
Salah satu barang bukti yang telah disiapkan adalah peringatan melalui email yang berkaitan dengan aktivitas akun selama masa peretasan. Bukti tersebut diharapkan membantu memperjelas jejak peristiwa dan memperkuat penyelidikan.
Di sisi lain, pihak Ahmad Dhani juga ikut mencari para korban yang terlanjur tertipu. Upaya itu dilakukan agar kerugian bisa dipetakan dengan lebih jelas sekaligus membantu proses pengungkapan pelaku yang memanfaatkan akun terverifikasi untuk menjalankan penipuan.
Source: www.medcom.id




