Banyak orang menganggap segelas air hangat sebelum tidur sebagai kebiasaan kecil yang menenangkan. Namun, waktu minumnya perlu diperhatikan karena kebiasaan ini justru dapat membuat tidur malam lebih sering terputus tanpa disadari.
Masalah utamanya ada pada cara tubuh mengatur cairan saat malam. Ketika seseorang tidur, produksi urine memang diturunkan supaya tubuh bisa beristirahat selama enam hingga delapan jam tanpa sering terbangun, tetapi minum terlalu dekat dengan jam tidur dapat memicu peningkatan urine dan membuat orang bolak-balik ke kamar mandi.
Jika kondisi itu terjadi berulang, kualitas tidur ikut terganggu. Gangguan tidur yang terus-menerus tidak bisa dianggap sepele karena berkaitan dengan risiko kesehatan yang lebih luas, termasuk tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan kenaikan berat badan.
Dilansir dari Health Line, studi tahun 2019 dari PubMed Central menunjukkan bahwa orang dewasa yang tidur kurang dari enam jam per malam memiliki risiko lebih tinggi mengalami stroke atau serangan jantung. Karena itu, pengaturan waktu minum air sebelum tidur menjadi penting agar durasi tidur tidak terpotong.
Kelompok yang perlu lebih waspada
Risiko bangun malam untuk buang air kecil juga lebih besar pada kelompok tertentu. Faktor usia ikut berperan karena seiring bertambahnya umur, risiko kandung kemih overaktif meningkat.
Kondisi itu bisa dipengaruhi oleh diabetes, pembesaran prostat, gangguan saraf akibat stroke, atau penurunan fungsi kognitif. Pada sebagian orang, situasi tersebut membuat minum air hangat menjelang tidur yang terasa nyaman justru berujung pada tidur yang tidak utuh.
Manfaat yang tetap dicari banyak orang
Di sisi lain, minum air hangat tetap punya manfaat yang sering dicari, terutama untuk suasana hati menjelang istirahat. Studi tahun 2014 yang dipublikasikan di PubMed Central menunjukkan bahwa kekurangan cairan dapat berdampak negatif pada mood.
Dalam penelitian itu, orang yang biasanya banyak minum air merasa kurang tenang saat asupan cairannya berkurang. Sebaliknya, kelompok yang awalnya kurang minum justru mengalami peningkatan emosi positif, rasa puas, dan ketenangan ketika konsumsi air mereka naik.
Temuan tersebut memperlihatkan bahwa hidrasi punya hubungan langsung dengan kondisi emosional. Karena itu, manfaat air hangat sebelum tidur tidak bisa dipandang dari sisi kenyamanan fisik saja.
Air hangat juga dikaitkan dengan fungsi tubuh yang membantu pembersihan alami. Minuman ini dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah sehingga tubuh lebih efektif memecah dan membuang limbah metabolisme.
Selain itu, air hangat dapat meningkatkan produksi keringat saat tidur. Proses ini membantu mengeluarkan racun dan kelebihan garam dari tubuh, sekaligus membantu membersihkan sel kulit sehingga tubuh terasa lebih segar keesokan harinya.
Cara menjaga kebiasaan ini tetap aman
Kuncinya ada pada pola minum sepanjang hari, bukan menumpuk asupan cairan menjelang tidur. Jika kebutuhan cairan dipenuhi merata, tubuh tetap terhidrasi tanpa memicu frekuensi buang air kecil pada malam hari.
Salah satu tanda tubuh cukup cairan adalah warna urine yang jernih atau kuning muda. Jika urine tampak gelap, itu bisa menjadi sinyal bahwa asupan air sepanjang hari masih kurang.
Sebagai panduan umum, sekitar delapan gelas air per hari bisa menjadi target yang baik, meski kebutuhan tiap orang tetap berbeda tergantung aktivitas dan kondisi tubuh. Hidrasi juga bisa dijaga lewat buah dan sayur yang kaya air, minum saat makan, serta minum sebelum dan sesudah olahraga.
Saat merasa lapar, minum air terlebih dahulu juga bisa membantu karena rasa haus kerap disalahartikan sebagai lapar. Dengan pengaturan seperti ini, air hangat sebelum tidur tetap bisa menjadi kebiasaan yang bermanfaat selama tidak diminum terlalu dekat dengan jam istirahat dan porsinya tetap terkontrol.
Source: www.beautynesia.id




