Ahmad Dhani menegaskan bahwa unggahan yang memuat kutipan soal “anak laki-laki adalah milik ayahnya” tidak dimaksudkan sebagai serangan kepada Maia Estianty. Ia menyebut unggahan itu lahir dari pembahasan keilmuan, bukan sindiran personal.
Pernyataan tersebut muncul setelah postingan itu ramai dikaitkan dengan momen haru Maia saat siraman El Rumi. Potongan ucapan Maia yang mengenang masa harus berpisah dari El setelah perceraian membuat publik semakin menyoroti unggahan Dhani di media sosial.
Di tengah perbincangan itu, Dhani mengunggah foto bersama El disertai kutipan hadis tentang anak laki-laki yang disebut milik ayahnya. Kombinasi gambar dan tulisan itu kemudian memunculkan tafsir luas dari warganet, terutama karena bersinggungan langsung dengan isu hubungan orang tua dan anak.
Namun Dhani menampik keras anggapan bahwa unggahan tersebut dibuat untuk membalas pernyataan Maia. Ia menilai publik kerap terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum memahami konteks sebuah hadis secara utuh.
Penjelasan soal konteks hadis
Dalam keterangannya, Dhani menyoroti bahwa banyak orang salah membaca hadis jika hanya menangkap potongan maknanya. Karena itu, ia menilai pemahaman tentang asbabul wurud atau sebab-sebab diturunkannya hadis sangat penting agar makna yang diterima tidak bergeser dari konteks semula.
“Banyak orang menyalahpahami soal hadis Nabi, jadi supaya orang itu belajar lagi asbabul wurud, sebab-sebab diturunkannya hadis,” ujarnya dikutip dari YouTube Ahmad Dhani Dalam Berita. Lewat penjelasan itu, Dhani ingin menempatkan unggahannya sebagai ruang belajar, bukan sebagai komentar emosional terhadap isu keluarga.
Ia juga menyinggung satu hadis lain yang sering dibaca sebagai penguatan posisi ibu, yaitu ungkapan “ibumu, ibumu, ibumu”. Menurut Dhani, berdasarkan penjelasan yang ia dengar dari Ustaz Adi Hidayat, kalimat itu perlu dipahami dalam konteks melayani, bukan semata-mata soal berbakti.
Bantahan atas dugaan sindiran
Saat kembali ditanya apakah unggahannya berkaitan dengan ucapan Maia kepada El Rumi, Dhani menjawab singkat dan tegas. Ia membantah anggapan bahwa postingan itu dimaksudkan sebagai sindiran balik.
“Bukan. Ngapain,” kata Dhani. Jawaban singkat itu menegaskan bahwa ia ingin memisahkan isi unggahan dari spekulasi yang berkembang di ruang publik.
Respons seperti ini memperlihatkan bagaimana sebuah kutipan agama bisa cepat berubah makna ketika dipadukan dengan momen keluarga yang sedang disorot. Dalam kasus ini, perhatian publik tidak hanya berhenti pada isi unggahan, tetapi juga pada relasi emosional yang selama ini ikut membangun rasa ingin tahu warganet.
Sorotan yang ikut melebar ke keluarga El Rumi
Di saat perdebatan soal unggahan Dhani masih berlangsung, nama keluarga El Rumi kembali menjadi perhatian karena kabar terbaru dari kehidupan pribadinya. El Rumi dan Syifa Hadju disebut telah resmi menikah pada Minggu, 26 April 2026.
Akad nikah itu digelar secara tertutup dan berlangsung khidmat bersama keluarga inti serta kerabat dekat. Situasi tersebut membuat nama besar keluarga Ahmad Dhani dan Maia Estianty kembali tersorot, apalagi unggahan soal anak laki-laki itu muncul berdekatan dengan momen penting dalam keluarga.
Kedekatan waktu antara pernyataan Maia, unggahan Dhani, dan kabar bahagia El membuat publik semakin aktif menafsirkan rangkaian peristiwa tersebut. Meski demikian, Dhani sudah menegaskan bahwa unggahannya tidak ditujukan kepada siapa pun secara personal dan lebih tepat dipahami sebagai ajakan untuk membaca hadis dengan konteks yang benar.
Source: www.suara.com