Acer Bagi Dua Jalur Kacamata Pintar, Satu Fokus Layar Besar Satu Ringan Berkat AI

Acer tampaknya ingin menunjukkan bahwa kacamata pintar tidak harus punya satu arah pengembangan yang seragam. Lewat dua perangkat baru, perusahaan ini justru memisahkan fokus antara pengalaman visual besar dan bantuan AI nirkabel yang lebih ringan.

Pendekatan tersebut terlihat dari AR Vision GR0 dan GI0 yang diarahkan untuk kebutuhan berbeda. Satu menonjol sebagai layar pribadi portabel, sedangkan yang lain lebih dekat ke asisten pintar untuk dipakai saat bergerak.

GR0 mengutamakan tampilan besar

AR Vision GR0 membawa dua layar Micro OLED dengan resolusi 1920 x 1080 dan refresh rate 60Hz. Acer mengklaim pengalaman yang dihasilkan setara dengan menonton layar 172 inci dari jarak sekitar enam meter.

Fokus pada kualitas visual juga terlihat dari dukungan warna 95% DCI-P3 dan rasio kontras 50.000:1. Kombinasi ini menegaskan bahwa GR0 memang dirancang untuk pengguna yang mencari tampilan imersif, bukan sekadar fungsi tambahan di kacamata pintar.

Agar bobotnya tetap ringan, GR0 tidak dibekali prosesor mandiri. Perangkat ini harus terhubung ke ponsel, laptop, atau PC melalui kabel, dan bobotnya tercatat 69 gram.

Acer juga menambahkan speaker near-ear, pelacakan kepala 3DoF, serta dukungan lensa resep magnetik. Semua elemen itu membuat GR0 lebih mirip perangkat tampilan pribadi ketimbang kacamata pintar yang mengandalkan kamera sosial.

GI0 dibangun sebagai kacamata AI nirkabel

Berbeda dari GR0, GI0 dibentuk dengan pendekatan yang jauh lebih ringkas. Bobotnya hanya 46 gram dan perangkat ini sepenuhnya mengandalkan koneksi nirkabel.

GI0 terhubung ke ponsel lewat Wi-Fi 5 atau Bluetooth 5.0. Pusat pengalamannya adalah integrasi Google Gemini yang dipakai untuk kueri suara hands-free, terjemahan real-time, dan caption berbasis AI saat bepergian.

Acer menempatkan kamera 12MP di perangkat ini untuk mendukung fungsi tersebut. Kamera itu mampu menghasilkan foto 4032 x 3024 dan merekam video 1080p pada 30fps.

Di sisi lain, GI0 juga dibekali tiga mikrofon, penyimpanan internal 32GB, dan aplikasi pendamping Acer AspireSync untuk pengaturan awal. Namun kapasitas baterai 217mAh menunjukkan ada kompromi yang jelas pada daya tahan.

Dua harga, dua posisi pasar

Perbedaan fungsi itu ikut tercermin pada harga jualnya. AR Vision GR0 dipasarkan mulai $499.99 di Amerika Serikat, €599 di Eropa, dan AUD 999 di Australia.

GI0 hadir sebagai opsi yang lebih murah dengan harga awal $299.99 di Amerika Serikat, €399 di Eropa, dan AUD 599 di Australia. Selisih ini selaras dengan posisi masing-masing perangkat, karena GR0 menekankan pengalaman layar AR sementara GI0 menonjolkan AI, kamera, dan bobot yang lebih ringan.

Keduanya dijadwalkan hadir di Amerika Utara, Eropa, dan Australia pada akhir 2026. Sebagian besar pasar disebut mulai menerima perangkat tersebut pada kuartal keempat 2026, sedangkan Australia akan mendapatkannya satu kuartal lebih awal dari target itu di wilayah lain.

Source: www.gizmochina.com
Exit mobile version