Musim haji 2026 menempatkan Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati dalam posisi yang sangat penting bagi arus keberangkatan jamaah dari Jawa Barat. Bandara ini akan melayani sekitar 17.700 jamaah yang terbagi dalam 40 kloter, sehingga perannya tidak lagi sekadar sebagai titik transit, melainkan sebagai simpul layanan utama.
Kondisi itu membuat Kertajati menjadi salah satu pusat perhatian pemerintah dalam penyelenggaraan haji tahun depan. Fokus utamanya bukan hanya pada jumlah keberangkatan, tetapi juga pada bagaimana layanan di bandara bisa menjaga kelancaran perjalanan jamaah sejak awal.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan data tersebut saat meninjau Majalengka, Jumat (1/5/2026). Ia menegaskan bahwa jamaah yang berangkat melalui Kertajati sebagian besar berasal dari Jawa Barat.
Komposisi itu memberi karakter tersendiri pada operasional bandara selama musim haji. Dengan dominasi jamaah dari satu provinsi, koordinasi di lapangan perlu berjalan lebih rapat agar proses keberangkatan tetap tertib dan tidak menimbulkan penumpukan layanan.
Untuk mendukung situasi tersebut, Kertajati digunakan sementara sebagai terminal khusus haji. Skema ini dipandang penting untuk mengurai alur keberangkatan dalam jumlah besar dan menjaga agar pelayanan tetap teratur.
Pemerintah menempatkan kualitas layanan sebagai perhatian utama di tengah tingginya volume jamaah. Dahnil meminta seluruh petugas memberi pelayanan maksimal kepada calon haji yang akan bertolak ke Tanah Suci.
Kebutuhan kesiapan operasional juga meningkat seiring besarnya jumlah kloter yang melewati bandara itu. Pemerintah menilai kelancaran layanan di Kertajati akan berpengaruh langsung pada kenyamanan jamaah sejak tahap awal perjalanan.
Dengan total 40 kloter dan sekitar 17.700 jamaah, Kertajati diposisikan sebagai fasilitas kunci dalam arus keberangkatan haji dari Jawa Barat. Bandara ini menjadi titik awal perjalanan ibadah bagi ribuan calon haji dari provinsi tersebut, sehingga perhatian terhadap pelayanan dan koordinasi di sana terus diperkuat.
Source: cirebon.tribunnews.com